Tuesday, June 16, 2026
HomeLifestylePonpes di Lombok: Kisah Pasca Gempa yang Mengharukan

Ponpes di Lombok: Kisah Pasca Gempa yang Mengharukan

LOMBOK UTARA — Tujuh tahun setelah gempa bumi 7,0 magnitudo mengguncang Lombok pada Juli 2018, jejak pemulihan masih terasa di Pondok Pesantren Babussalam, Kabupaten Lombok Utara. Pesantren yang sempat nyaris rata dengan tanah itu kini kembali berdiri dan menampung lebih dari 500 santri. Dari ruang-ruang darurat yang dulu digunakan untuk belajar, kini tumbuh bangunan yang lebih layak untuk kegiatan pendidikan.

Dari Tenda Darurat ke Ruang Belajar yang Layak

Setelah gempa merusak banyak fasilitas pendidikan di Lombok Utara, kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Babussalam sempat dipindahkan ke tenda darurat selama lebih dari setahun. Kondisi itu menjadi masa sulit bagi para santri dan pengajar, yang tetap berupaya menjaga proses pendidikan di tengah keterbatasan.

Perubahan besar terlihat pada 11 Maret 2025, ketika ruang kelas serbaguna di pesantren tersebut diresmikan. Peresmian itu berlangsung bersamaan dengan acara buka puasa bersama 500 santri, menandai babak baru bagi lembaga pendidikan yang pernah terdampak berat bencana.

Dukungan yang Tak Hanya Membangun Fisik

VP Brand Management Center Aice Group, Jason, menyampaikan bahwa dukungan nyata bagi anak-anak harus menjadi perhatian bersama. Ia juga menekankan pentingnya apresiasi terhadap para guru yang tetap bertahan dan mendidik dengan penuh dedikasi di tengah situasi sulit pascagempa.

Melalui program #EstafetkanSemangatAsianGamesBangunKembaliLombok, Aice menyatakan dukungannya terhadap pemulihan anak-anak yang terdampak gempa agar dapat kembali menatap masa depan dengan lebih baik. Dalam kegiatan yang sama, perusahaan itu juga memperkenalkan inovasi terbarunya, Mooochii Mochi Es Krim Mango, sebagai bagian dari rangkaian acara.

Rehabilitasi yang Menyisakan Pelajaran

Peristiwa di Babussalam memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan gedung. Yang juga penting adalah memastikan anak-anak kembali memiliki ruang belajar yang aman, serta menjaga semangat para santri dan tenaga pendidik agar tidak ikut runtuh bersama bangunan yang rusak.

Di Lombok Utara, kerja sama antara pihak swasta dan pemerintah seperti ini dipandang memberi arti lebih luas: bukan hanya memulihkan fasilitas, tetapi juga menguatkan kembali kehidupan sosial dan pendidikan yang sempat terguncang oleh gempa.

RELATED ARTICLES

Paling Populer