Bandung — Nama Lucky Hakim kembali menjadi perbincangan setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunggah foto-foto sang bupati Indramayu saat berlibur ke Jepang bersama anak-anaknya tanpa izin. Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 8 April 2025 itu memantik sorotan publik karena menyangkut kepatuhan pejabat daerah terhadap aturan perjalanan ke luar negeri. Dari rangkaian pemberitaan yang muncul pada Senin, 7 April 2025, isu Lucky Hakim menjadi yang paling menonjol, di tengah sejumlah kabar lain yang juga menyedot perhatian pembaca.
Lucky Hakim Terancam Sanksi Setelah ke Jepang Tanpa Izin
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pejabat publik wajib mengantongi izin sebelum bepergian ke luar negeri. Dalam kasus ini, Lucky Hakim disebut berpotensi menghadapi sanksi berat, termasuk pencopotan dari jabatan. Bahkan, ia bisa terancam diberhentikan selama tiga bulan. Pernyataan Dedi mempertegas bahwa persoalan tersebut bukan semata urusan pribadi, melainkan menyangkut etika dan tanggung jawab seorang kepala daerah.
Ruben Onsu Umumkan Mualaf, Dapat Dukungan Keluarga
Di tengah ramainya isu Lucky Hakim, Ruben Onsu juga menjadi sorotan setelah mengumumkan dirinya telah menjadi mualaf. Kabar itu disambut positif oleh anak-anaknya, terutama Betrand Putra Onsu. Anak angkat Ruben itu disebut menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat Idul Fitri, sebagai bentuk dukungan atas keputusan sang ayah. Respons keluarga ini ikut membuat pengumuman Ruben mendapat perhatian luas dari publik.
Raline Shah Rayakan Ulang Tahun ke-40 dengan Sederhana
Aktris Raline Shah turut menarik perhatian setelah merayakan ulang tahun ke-40 dalam suasana sederhana namun hangat. Ia membagikan momen kebersamaan dengan teman-teman masa remajanya di tengah perayaan Idul Fitri. Potret tersebut memberi warna berbeda di antara deretan kabar hiburan dan politik yang ramai dibicarakan pada hari yang sama.
Sementara itu, setelah menuai kritik akibat perjalanannya ke Jepang tanpa izin, Lucky Hakim akhirnya menyampaikan permintaan maaf. Dalam unggahan terbarunya, ia disebut telah menghubungi Dedi Mulyadi untuk mengakui kelalaian tersebut. Langkah itu menjadi bagian dari upaya meredakan polemik yang terlanjur meluas di ruang publik. Source link

