Xiaomi kembali menambah lini aksesori komputernya lewat perangkat yang menyasar pengguna laptop dan perangkat kerja hybrid. Produsen asal China itu merilis 10-in-1 Docking Station dengan harga yang relatif ramah di kantong, yakni 179 yuan atau sekitar Rp 400 ribuan. Di kelas harganya, perangkat ini menawarkan susunan port yang cukup lengkap untuk menunjang kebutuhan kerja harian, mulai dari transfer data, tampilan eksternal, hingga koneksi jaringan kabel.
Sepuluh port dalam satu perangkat
Docking station terbaru Xiaomi ini dibekali beragam konektor, antara lain USB 3.0 Type-A, USB 3.0 Type-C, USB Type-C dengan dukungan Power Delivery, HDMI 2.0, slot TF card, slot SD card, Ethernet, serta port audio 3,5 mm. Kehadiran HDMI 2.0 dengan dukungan tampilan 4K 60 Hz membuat perangkat ini tak hanya relevan untuk pekerjaan kantor, tetapi juga untuk kebutuhan presentasi atau penggunaan monitor eksternal.
Pengisian daya dan transfer data lebih cepat
Salah satu nilai jual utamanya ada pada port USB-C yang mendukung pengisian daya PD 100W. Xiaomi menyebut, port tersebut bisa menyalurkan daya hingga 90W untuk laptop yang tersambung. Di sisi lain, port USB 3.0 Type-C dan Type-A diklaim memiliki kecepatan transfer lebih dari 400 MB per detik. Dalam praktiknya, Xiaomi menyebut file berukuran 1 GB dapat dipindahkan hanya dalam waktu sekitar 3 detik.
Ditujukan untuk kebutuhan kerja yang serba tersambung
Untuk koneksi internet, port Ethernet pada perangkat ini menggunakan kartu jaringan Gigabit dan mendukung kecepatan mulai dari 10 Mbps hingga 1000 Mbps. Xiaomi juga menyebut docking station ini kompatibel dengan sejumlah sistem operasi utama, termasuk Android. Meski begitu, perusahaan belum memberikan keterangan apakah perangkat ini akan dipasarkan secara global di luar China.
Dengan harga yang masih berada di kisaran Rp 400 ribuan, docking station ini jelas diposisikan sebagai aksesori fungsional bagi pengguna yang membutuhkan lebih banyak port tanpa harus membeli perangkat tambahan yang terpisah-pisah. Source link

