Hotman Paris Ungkap Klaim Baru soal Ayah Biologis Anak Lisa Mariana, Singgung Pesan Ridwan Kamil
Polemik yang menyeret nama Ridwan Kamil dan Lisa Mariana kembali memanas setelah pengacara Hotman Paris angkat bicara di acara Pagi Pagi Ambyar yang tayang pada Rabu, 16 April 2025. Dalam tayangan yang dipandu Dewi Perssik dan rekan-rekannya itu, Hotman membeberkan sejumlah informasi yang disebutnya sebagai fakta terbaru di balik isu yang sejak awal ramai dibahas di media sosial.
Hotman menyebut Ridwan Kamil sempat mengirim pesan melalui WhatsApp kepadanya. Isi percakapan itu, menurut Hotman, berkaitan dengan hubungan Ridwan Kamil dan Lisa Mariana yang belakangan menjadi sorotan publik. Dari penuturan Hotman, ada satu poin yang ia tekankan: Lisa Mariana disebut sudah dalam keadaan hamil pada Mei 2021, sementara pertemuannya dengan Ridwan Kamil terjadi pada Juni 2021.
Klaim soal identitas ayah biologis
Di hadapan publik, Hotman juga mengaku telah mengantongi identitas ayah biologis dari anak yang dikandung Lisa Mariana. Namun, ia tidak memerinci lebih jauh siapa sosok yang dimaksud dalam pernyataannya tersebut. Klaim ini langsung memantik perhatian warganet dan memperlebar perbincangan yang sebelumnya sudah bergulir di media sosial.
Potongan video pernyataan Hotman itu kemudian menyebar luas dan pada Kamis, 17 April 2025, telah ditonton hingga 349,5 ribu kali. Respons yang muncul pun beragam. Sebagian warganet mempertanyakan keterlibatan pihak-pihak lain dalam kisah tersebut, sementara yang lain melontarkan komentar bernada sindiran terhadap isu yang berkembang.
Hotman singgung opsi laporan hukum
Selain soal kronologi kehamilan dan klaim identitas ayah biologis, Hotman juga menyinggung Atalia Praratya, istri Ridwan Kamil. Ia menyebut Atalia bisa menempuh langkah hukum apabila memang ada bukti video syur yang dikaitkan dengan Lisa Mariana. Menurut Hotman, bila bukti itu benar-benar ada dan diproses serius, Lisa Mariana berpotensi menghadapi konsekuensi hukum yang berat.
Pernyataan Hotman menambah lapisan baru dalam kasus yang sejak awal sudah sarat spekulasi. Di tengah derasnya opini publik, pernyataan yang disampaikan di televisi justru membuat perhatian terhadap isu ini semakin besar, terutama karena menyangkut nama tokoh publik dan tudingan yang belum selesai diuji di ruang hukum.
Source link

