Wednesday, June 17, 2026
HomeEkonomiHarga Bawang Merah Rp43.958/Kg dan Cabai Rawit Merah Rp79.890/Kg Terbaru!

Harga Bawang Merah Rp43.958/Kg dan Cabai Rawit Merah Rp79.890/Kg Terbaru!

Harga sejumlah bahan pokok di pasar nasional kembali bergerak, dengan komoditas hortikultura masih menjadi yang paling mencolok. Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan, harga bawang merah di tingkat konsumen kini berada di level Rp43.958 per kilogram (kg), turun dari sebelumnya Rp45.331 per kg. Penurunan juga terjadi pada cabai rawit merah yang kini dibanderol Rp79.890 per kg, dari sebelumnya Rp80.681 per kg.

Harga Pangan Bergerak Tipis di Berbagai Komoditas

Melalui Panel Harga Bapanas, pergerakan harga pangan eceran nasional tercatat tidak seragam. Di satu sisi, beras premium justru mengalami kenaikan tipis menjadi Rp15.596 per kg dari sebelumnya Rp15.546 per kg. Namun, beras medium turun sangat kecil ke Rp13.697 per kg dari Rp13.694 per kg. Sementara itu, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog tercatat di Rp12.636 per kg, turun dari Rp12.601 per kg.

Selain beras, sejumlah komoditas lain juga ikut mengalami perubahan harga, mulai dari jagung peternak, kedelai biji kering, bawang putih bonggol, hingga cabai merah keriting dan cabai merah besar. Di kelompok kebutuhan harian, harga gula konsumsi naik tipis, sedangkan garam konsumsi justru melemah.

Daging, Ikan, dan Minyak Ikut Tercatat

Bapanas juga merekam pergerakan harga pada komoditas protein hewani dan kebutuhan dapur lain, seperti daging sapi murni, daging ayam ras, telur ayam ras, daging kerbau beku impor, serta daging kerbau segar lokal. Harga ikan kembung, ikan tongkol, dan ikan bandeng turut masuk dalam pantauan, bersama minyak goreng kemasan, minyak goreng curah, tepung terigu curah, dan tepung terigu kemasan.

Rangkaian perubahan tersebut memperlihatkan bahwa pasar pangan nasional masih bergerak dinamis, dengan sebagian harga terkoreksi turun meski beberapa kebutuhan pokok tetap bertahan di level yang relatif tinggi. Bagi konsumen, data ini menjadi penanda bahwa tekanan harga belum hilang sepenuhnya, terutama pada komoditas yang sensitif terhadap pasokan dan distribusi.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer