Tangis Paula Verhoeven: Aduan Dugaan Kekerasan kepada Komnas Perempuan
Komnas Perempuan menyatakan akan memberikan dukungan psikologis kepada Paula Verhoeven yang diduga mengalami kekerasan. Meski peristiwa itu disebut telah berlalu, dampak yang ditinggalkan tidak selalu selesai bersama berlalunya waktu. Dalam banyak kasus, luka fisik bisa memudar, tetapi beban psikis justru bertahan lebih lama bila tidak ditangani secara tepat.
Dukungan Psikologis untuk Pulihkan Luka yang Tak Tampak
Psikolog Komnas Perempuan, Sundari, menegaskan bahwa pengalaman kekerasan kerap menyisakan trauma yang tidak kasatmata. Menurut dia, kondisi korban tidak selalu bisa diukur dari hilangnya tanda-tanda fisik semata. Ada efek lanjutan yang dapat muncul dalam bentuk ketakutan, rasa tertekan, hingga gangguan emosional lain yang membuat korban membutuhkan pendampingan.
Sundari menilai, ketika trauma tidak ditangani dengan baik, pemulihan korban bisa berjalan lebih lama. Karena itu, dukungan psikologis menjadi bagian penting dari proses pemulihan, bukan sekadar pelengkap setelah aduan disampaikan. Dalam kasus seperti yang dialami Paula, perhatian terhadap kondisi mental korban dinilai sama pentingnya dengan penanganan atas peristiwa yang terjadi.
Trauma yang Bertahan Setelah Peristiwa Berlalu
Komnas Perempuan melihat bahwa kekerasan tidak berhenti pada kejadian yang tampak di permukaan. Jejaknya sering kali terus terbawa dalam kehidupan korban, bahkan ketika orang lain menganggap persoalan sudah usai. Situasi ini membuat pendampingan menjadi krusial agar korban tidak menanggung dampak sendirian.
Karena itu, lembaga tersebut menempatkan pemulihan psikologis sebagai salah satu langkah utama dalam membantu Paula. Pendekatan ini penting untuk memastikan korban memperoleh ruang aman, sekaligus kesempatan untuk memulihkan diri secara bertahap setelah dugaan kekerasan yang dialaminya.
Source link

