Kisah Mesra Jerome Kurnia dan Putri Marino
Aktor Jerome Kurnia kembali menjadi sorotan lewat film terbaru Sampai Jumpa, Selamat Tinggal. Di film ini, ia beradu akting dengan Putri Marino dalam cerita yang bergerak di wilayah emosional, mengikuti perjalanan Rey, pria Indonesia yang tinggal di Korea Selatan, bersama Wyn yang diperankan Putri, dalam pencarian sosok dari masa lalu.
Adegan intim yang dirancang sejak awal
Salah satu hal yang menarik perhatian dari peran Jerome adalah cara ia memandang adegan-adegan intim di film tersebut. Bagi dia, adegan seperti ciuman atau hubungan seksual bukan sesuatu yang dibiarkan mengalir begitu saja di lokasi syuting, melainkan disiapkan secara profesional dan terukur sejak awal.
Jerome menyebut prosesnya mirip dengan koreografi dalam adegan laga. Setiap gerakan dibahas lebih dulu agar para pemain memahami batasan masing-masing dan tetap bisa membangun adegan yang meyakinkan di layar.
Kenyamanan lawan main jadi prioritas
Dalam pandangan Jerome, kenyamanan lawan main adalah kunci utama. Ia menekankan bahwa setiap kontak fisik harus disepakati bersama sebelum kamera mulai merekam. Pendekatan seperti ini, menurut dia, bukan hanya soal etika kerja, tetapi juga membantu menjaga kualitas permainan.
Jerome juga mengingatkan bahwa latihan yang sudah dilakukan sebelumnya tidak selalu menjamin kondisi emosional aktor tetap sama saat hari pengambilan gambar tiba. Karena itu, komunikasi terbuka tetap diperlukan dari awal hingga proses syuting berjalan.
Profesionalisme di balik adegan yang meyakinkan
Lewat penjelasannya, Jerome menegaskan bahwa adegan intim membutuhkan kehati-hatian yang sama besar dengan adegan lain yang lebih teknis. Pemeriksaan ulang soal kenyamanan dan persetujuan, kata dia, menjadi bagian penting agar semua pihak merasa aman dan hasil akhir film tetap kuat.
Di balik kisah Rey dan Wyn, proses kerja yang rapi semacam ini memperlihatkan bagaimana sebuah adegan yang sensitif bisa dibangun tanpa mengorbankan batas personal para pemain. Source link

