JAKARTA — Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) memberi apresiasi kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman atas capaian surplus beras nasional sebesar 3 juta ton. Namun, di balik angka tersebut, Perpadi mengingatkan bahwa pekerjaan rumah sektor perberasan belum selesai, terutama soal kondisi penggilingan padi yang dinilai belum kembali normal.
Penegasan itu disampaikan Tommy Gunawan dari Pengurus DPD Lampung. Menurut dia, keberhasilan menjaga produksi tidak boleh membuat pemerintah berhenti pada pencapaian sesaat. Target yang lebih tinggi tetap diperlukan agar kesejahteraan petani benar-benar terjaga dan rantai usaha perberasan berjalan lebih efisien.
Penggilingan padi masih jadi titik lemah
Tommy menilai penggilingan padi memegang peran penting dalam menentukan hasil akhir panen petani. Jika kapasitas dan kondisi penggilingan tidak optimal, dampaknya langsung terasa pada efisiensi pengolahan gabah. Dalam situasi seperti itu, surplus produksi belum tentu berbanding lurus dengan perbaikan pendapatan petani di lapangan.
Ia juga menyoroti bantuan mesin dan alat mesin pertanian atau alsintan dari pemerintah. Menurut Tommy, bantuan tersebut harus dikelola secara transparan dan profesional agar tidak berhenti sebagai program seremonial. Tanpa tata kelola yang baik, fasilitas yang disalurkan berisiko tidak memberi dampak nyata bagi petani maupun pelaku usaha penggilingan.
Apresiasi untuk Amran, kritik untuk Gibran
Di sisi lain, Tommy menilai Menteri Amran berhasil menunjukkan hasil kerja yang konkret melalui surplus produksi padi hingga 3 juta ton. Tetapi, ia mempertanyakan kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam isu pertanian yang menurutnya masih belum diikuti langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan mendasar.
Tommy menyebut kehadiran Gibran terkesan lebih sebagai pencitraan ketimbang dorongan kebijakan yang inovatif. Ia menilai sektor pertanian membutuhkan kerja yang langsung menyentuh akar masalah, bukan sekadar menumpang pada keberhasilan yang sudah dicapai kementerian teknis.
Dengan capaian surplus yang sudah diumumkan, perhatian berikutnya, menurut Perpadi, justru ada pada bagaimana pemerintah memastikan penggilingan padi, distribusi alat, dan tata kelola produksi bergerak lebih sehat agar hasil panen petani tidak berhenti di angka statistik.
Source link

