Friday, July 17, 2026
HomeShowbizLirik Lagu Dekat MALIQ & D’Essentials: Perjalanan 23 Tahun

Lirik Lagu Dekat MALIQ & D’Essentials: Perjalanan 23 Tahun

Lirik Lagu “Dekat” MALIQ & D’Essentials: Perjalanan 23 Tahun yang Tetap Hangat

Di antara deretan lagu MALIQ & D’Essentials, “Dekat” hadir dengan napas yang lembut namun meninggalkan kesan kuat. Liriknya sederhana, tetapi justru di situlah daya tariknya: hubungan yang ingin dijaga tetap rapat, tanpa jarak di mata maupun di hati. Lagu ini seperti merangkum perasaan yang akrab, tentang dua orang yang memilih berjalan beriringan meski waktu terus bergerak.

“Dekat” juga terasa sebagai penanda perjalanan panjang grup ini. Setelah 23 tahun berkarya, MALIQ & D’Essentials masih konsisten menghadirkan lagu yang tidak berisik, tetapi menyisakan ruang bagi pendengar untuk merasakan sendiri maknanya. Nada-nada yang mengalun tenang berpadu dengan lirik yang mengajak saling menggenggam, seolah menegaskan bahwa kedekatan bukan hanya soal jarak, melainkan juga kesediaan untuk tetap bersama.

Makna di balik lirik yang mengalir pelan

Dalam bait-baitnya, “Dekat” berkisah tentang keinginan untuk terus berada di sisi orang yang disayang. Frasa seperti “genggamlah tanganku selalu” dan “jangan pernah jauh lagi” membangun suasana intim yang langsung tertangkap sejak awal. Ada pula gambaran tentang mimpi yang membentang, pelangi, dan langkah yang terus bergerak ke atas bukit, yang memberi kesan perjalanan bersama menuju harapan yang sama.

Alih-alih menghadirkan drama berlebihan, lagu ini memilih pendekatan yang lebih halus. Kedekatan digambarkan sebagai sesuatu yang dijaga, bukan sekadar dirasakan sesaat. Karena itu, “Dekat” terdengar cocok untuk pendengar yang mencari lagu dengan sentuhan emosional, tetapi tetap tenang dan jernih.

Nuansa yang tetap relevan setelah 23 tahun

Perjalanan 23 tahun MALIQ & D’Essentials menjadi konteks yang membuat lagu ini terasa semakin menarik. Dalam rentang waktu sepanjang itu, band ini dikenal mampu mempertahankan identitas musikalnya tanpa kehilangan kedekatan dengan pendengar. “Dekat” memperlihatkan sisi tersebut: matang, hangat, dan tidak terburu-buru.

Lagu ini menempatkan “dekat” bukan hanya sebagai kondisi fisik, melainkan juga ruang batin yang saling dijaga. Di titik itu, liriknya menjadi lebih dari sekadar rangkaian kata romantis. Ia berubah menjadi ajakan untuk tetap berjalan bersama, “sekarang dan nanti selalu dekat,” seperti yang tertuang dalam penggalan akhirnya.

Potongan lirik “Dekat”

Mimpi yang membentang jikalau setuju, genggamlah tanganku selalu (Selalu). Dekat di mata dan hati, jangan pernah jauh lagi. Rasa yang menanjak sampai kaki tak berpijak, melayang di angan berasa disayang. Selalu tentangmu, lalu selalu tentangku. Kenyataannya tak pernah bisa jauh. Apakah senangmu dan senangku selalu, sebegitu?

Jika pelangi berkenan kita terus berjalan ke atas bukit ‘tuk memandang. Mimpi yang membentang jikalau setuju, genggamlah tanganku selalu. Dekat di mata dan hati, jangan pernah jauh lagi. Kita kan terbang lebih jauh lagi, bersama mimpi mata dan hati.

Lebih dekat, jika pelangi berkenan, genggamlah tanganku. Oh, dekatlah selalu. Jika pelangi berkenan (Pelangi berkenan), kita terus berjalan (Kita terus berjalan) ke atas bukit ‘tuk memandang (Oh). Mimpi yang membentang (Mimpi yang membentang).

Jikalau setuju, genggamlah tanganku selalu. Dekat di mata dan hati, jangan pernah jauh lagi. Di mata dan hati, di langkah pelangi, sekarang dan nanti selalu dekat.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer