Friday, July 17, 2026
HomeEkonomiGreen Financing BRI Terus Meningkat di Era Transformasi Hijau

Green Financing BRI Terus Meningkat di Era Transformasi Hijau

BRI Perkuat Pembiayaan Hijau, Portofolio Berkelanjutan Tembus Rp89,9 Triliun per Triwulan I 2025

Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terhadap pembiayaan berkelanjutan kian terlihat nyata. Di tengah dorongan transformasi hijau yang makin kuat di industri keuangan nasional, BRI mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp89,9 triliun hingga akhir Triwulan I 2025. Angka itu tumbuh 8,18 persen secara tahunan, menandakan minat dan penyaluran dana ke sektor ramah lingkungan terus bergerak naik.

Fokus pada sektor yang menopang ekonomi hijau

Portofolio pembiayaan hijau BRI diarahkan ke sejumlah sektor strategis, mulai dari pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, produk ramah lingkungan, energi terbarukan, hingga transportasi hijau. Pola penyaluran ini menunjukkan bahwa pembiayaan hijau tidak lagi menjadi pelengkap, melainkan bagian dari strategi bisnis yang semakin terintegrasi.

Secara keseluruhan, BRI tercatat telah mengalokasikan Rp796 triliun hingga akhir Triwulan I 2025. Dana tersebut mencakup pembiayaan hijau, pembiayaan UMKM, serta investasi pada ESG-based Corporate Bonds. Posisi itu menempatkan BRI sebagai bank dengan portofolio sustainable financing terbesar di Indonesia.

ESG makin masuk ke rantai pendanaan

Direktur Human Capital & Compliance BRI, A. Solichin Lutfiyanto, menegaskan bahwa penyaluran pembiayaan hijau merupakan wujud keseriusan perseroan dalam mendukung ekonomi hijau. Menurut dia, BRI terus menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor yang memberi dampak positif bagi lingkungan, sembari memperkuat tata kelola keberlanjutan di internal perusahaan.

Di sisi pendanaan, BRI membukukan total wholesale funding sebesar Rp111,79 triliun pada Triwulan I 2025. Dari jumlah itu, 39,66 persen berasal dari instrumen berbasis ESG. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa prinsip keberlanjutan tidak hanya diterapkan pada sisi penyaluran dana, tetapi juga pada sumber pendanaannya.

Instrumen untuk kelompok inklusif

BRI juga menerbitkan inclusivity-based securities yang ditujukan untuk UMKM, korporasi ultra mikro, dan individu berpenghasilan rendah. Langkah ini mempertegas upaya bank pelat merah tersebut untuk menggabungkan misi keberlanjutan dengan perluasan akses pembiayaan bagi kelompok yang selama ini menjadi basis utama bisnis BRI.

Dengan mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam seluruh rantai nilai pembiayaan dan pendanaan, BRI terus memperluas peran sebagai lembaga keuangan yang tak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga mendorong dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas.

Ekspansi layanan premium di Cirebon

Di luar agenda keberlanjutan, BRI juga meresmikan Sentra Layanan Prioritas di Cirebon. Pembukaan ini menambah jaringan menjadi 43 Lokasi Layanan Premium yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi BRI menjangkau High Net Worth Individual (HNWI) di kota-kota strategis.

Melalui langkah-langkah itu, BRI menegaskan arah bisnis yang tidak hanya bertumpu pada ekspansi layanan, tetapi juga pada kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Di tengah perubahan industri perbankan, BRI tampak berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, inklusi keuangan, dan agenda transisi hijau.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer