Wednesday, June 17, 2026
HomeBeritaUpaya Penyelesaian Sidang Hasto dengan Kehadiran Ganjar Pranowo dan Armuji

Upaya Penyelesaian Sidang Hasto dengan Kehadiran Ganjar Pranowo dan Armuji

JAKARTA — Sidang lanjutan perkara dugaan suap dan perintangan penyidikan yang menjerat Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto kembali menyedot perhatian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (12/6). Kehadiran sejumlah tokoh partai dan pejabat daerah membuat jalannya persidangan tak sekadar menjadi forum pembuktian hukum, tetapi juga panggung politik yang ikut disorot publik.

Tokoh PDIP Hadir di Ruang Sidang

Sejumlah kader dan petinggi PDIP tampak hadir memantau jalannya sidang. Di antaranya Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, politikus PDIP Ferdinand Hutahaean, serta Ribka Tjiptaning. Sebelum memasuki ruang persidangan, Hasto terlihat menyapa dan menyalami para tokoh yang datang.

Kehadiran mereka menambah perhatian terhadap perkara yang sejak awal menjadi salah satu kasus korupsi paling disorot karena berkaitan dengan proses politik di internal lembaga legislatif dan kader partai.

Jaksa Hadirkan Ahli Soal Percakapan Disadap

Dalam sidang kali ini, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi menghadirkan ahli dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Frans Asisi. Keterangan ahli difokuskan pada isi percakapan yang disadap, termasuk komunikasi melalui WhatsApp dan telepon, yang disebut berkaitan dengan perkara Hasto.

Pemeriksaan ahli menjadi bagian penting dalam upaya jaksa menjelaskan konteks percakapan yang dijadikan alat bukti. Dari sini, majelis hakim diharapkan memperoleh gambaran lebih utuh mengenai rangkaian komunikasi yang dipersoalkan dalam dakwaan.

Dakwaan Suap dan Perintangan Penyidikan

Hasto didakwa dalam dua perkara sekaligus, yakni dugaan suap terkait pergantian antarwaktu atau PAW komisioner KPU RI serta dugaan perintangan penyidikan dalam kasus Harun Masiku. Dalam dakwaan, Hasto disebut terlibat dalam pemberian dana suap kepada Wahyu Setiawan agar Harun Masiku bisa ditetapkan sebagai anggota DPR melalui mekanisme PAW.

Selain itu, Hasto juga dituduh mengupayakan hambatan dalam proses penyidikan. Ia disebut mengumpulkan saksi-saksi terkait perkara tersebut dan mengarahkan mereka agar tidak memberikan keterangan yang sebenarnya. Jaksa juga mengurai dugaan upaya menghilangkan jejak, termasuk perintah kepada penjaga rumah untuk merendam telepon genggam milik Harun ke dalam air saat upaya penangkapan berlangsung.

Perkara ini terus menjadi perhatian publik karena menyangkut dugaan praktik suap dalam proses politik dan upaya menghalangi penegakan hukum yang menyeret nama salah satu elite partai besar di Indonesia.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer