Tuesday, June 16, 2026
HomeLifestyleProgram Kesehatan Mampu Turunkan Angka Stunting dan Gizi Buruk

Program Kesehatan Mampu Turunkan Angka Stunting dan Gizi Buruk

Angka stunting di Indonesia memang menunjukkan perbaikan, tetapi persoalannya belum selesai. Pada 2024, prevalensinya turun menjadi 19,8 persen. Capaian itu masih berada di atas target pemerintah yang memasang sasaran 18 persen pada 2025. Di lapangan, sejumlah daerah justru memperlihatkan bahwa penurunan bisa dicapai lebih cepat ketika intervensi dilakukan dekat dengan keluarga dan komunitas.

Bogor Jadi Contoh Penurunan Stunting

Salah satu contoh datang dari Kota Bogor. Melalui Program Percepatan Penurunan Stunting (ASRP), angka stunting di beberapa wilayah di kota itu turun dari 35,9 persen menjadi 28,6 persen. Program yang diluncurkan pada 2022 ini menggandeng pemangku kepentingan lokal untuk menangani stunting sekaligus masalah malnutrisi lain yang kerap berjalan beriringan.

ASRP menempatkan 1.000 hari pertama kehidupan sebagai titik paling krusial, khususnya bagi anak usia 0-23 bulan. Fokusnya bukan hanya pemenuhan gizi, tetapi juga perubahan perilaku yang diharapkan bertahan dalam jangka panjang. Pendekatan ini membuat intervensi tidak berhenti pada bantuan sesaat, melainkan masuk ke pola asuh, kebiasaan makan, dan pengetahuan keluarga.

Perubahan Perilaku Jadi Kunci

Di tahap awal, implementasi program di Bogor menitikberatkan pada edukasi pengasuhan yang responsif. Hasilnya terlihat dari meningkatnya pengetahuan masyarakat setempat mengenai gizi anak dan pola asuh. Dampak lain yang ikut tercatat adalah menurunnya kasus gizi buruk dan gizi buruk berat.

Pemerintah Kota Bogor mengakui hasil tersebut sebagai capaian yang layak dicatat. Dari sana, ChildFund International di Indonesia kemudian mendorong replikasi program ke wilayah lain, yakni Kota Kupang dan Kabupaten Sumba Barat Daya. Langkah ini menunjukkan bahwa model berbasis masyarakat dan kemitraan lokal bukan hanya relevan untuk Bogor, tetapi juga berpotensi diterapkan di daerah dengan tantangan serupa.

Model Lokal yang Dinilai Efektif

Pengalaman Bogor memberi gambaran bahwa penanganan stunting tidak cukup mengandalkan pendekatan seragam dari atas. Ketika program dirancang bersama aktor lokal dan diarahkan pada keluarga yang paling dekat dengan anak, hasilnya lebih mudah terlihat. Dalam konteks ini, ASRP memperlihatkan bahwa kerja kolaboratif bisa menjadi jalur yang efektif untuk menekan stunting dan memperbaiki status gizi anak di Indonesia.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer