Tuesday, June 16, 2026
HomeShowbizErnest Prakasa Bongkar Tuduhan Korupsi dan Sindiran Buzzer

Ernest Prakasa Bongkar Tuduhan Korupsi dan Sindiran Buzzer

Ernest Prakasa Diserang Tuduhan Korupsi, Balas dengan Sindiran soal Buzzer

Komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa kembali menjadi sasaran serangan di media sosial. Kali ini, tuduhan yang diarahkan kepadanya jauh lebih serius: disebut menerima aliran dana hasil korupsi dari tersangka kasus besar, Marcella Santoso. Serangan itu ramai beredar di Instagram dan diwarnai narasi yang mengaitkan Ernest dengan sejumlah isu politik yang belakangan ikut menyeret nama publik figur.

Situasi ini menambah panjang daftar tekanan digital yang pernah diterima Ernest. Sebelumnya, ia juga sempat dibidik warganet di platform X setelah mengkritisi pembelian jam tangan mewah untuk para pemain Timnas Indonesia. Kala itu, ia memilih menghapus akun X miliknya setelah gelombang serangan terus berdatangan. Kini, pola yang sama kembali muncul, hanya saja dengan tuduhan yang lebih keras dan lebih personal.

Respons Satir Ernest di Instagram Story

Pada 22 Juni 2025, Ernest merespons tudingan tersebut melalui Instagram Story. Ia menanggapi dengan gaya satir, namun tetap tegas, sembari menyinggung soal integritas di tengah maraknya narasi yang dibangun demi kepentingan tertentu. Dalam responsnya, Ernest juga memberi pesan kepada mereka yang menyebarkan tuduhan tanpa dasar, terutama jika motifnya semata-mata uang.

Ernest menjelaskan, ia tak bisa begitu saja meninggalkan Instagram karena platform itu masih menjadi bagian dari pekerjaannya sebagai figur publik di dunia seni dan hiburan. Karena itu, langkah yang ia ambil bukan menutup akun, melainkan memblokir akun-akun yang dinilai sebagai buzzer agar ruang digitalnya tetap lebih aman dan sehat untuk bekerja.

Nama Ernest Ikut Diseret dalam Narasi Penolakan RUU TNI

Serangan terhadap Ernest juga dikaitkan dengan sikapnya yang menolak RUU TNI. Di media sosial, sejumlah buzzer membangun narasi bahwa para publik figur yang menentang RUU tersebut, termasuk Ernest, menerima dana korupsi. Tuduhan itu kemudian menyebar beriringan dengan isu Marcella Santoso, meski tanpa penjelasan yang jelas dan terkesan dibangun untuk membentuk persepsi negatif.

Di tengah derasnya tuduhan, Ernest memilih tetap tenang dan rasional. Ia tidak terpancing memperpanjang konflik, tetapi tetap memberi klarifikasi atas serangan yang diarahkan kepadanya. Sikap itu sekaligus menunjukkan bagaimana ruang digital kini kerap menjadi arena pembentukan opini, di mana tuduhan bisa beredar lebih cepat daripada penjelasan.

Menjaga ruang digital tetap waras

Langkah Ernest memblokir akun-akun yang diduga buzzer memperlihatkan upayanya menjaga ruang digital tetap waras di tengah serangan yang berulang. Di saat sebagian pihak memilih membalas dengan amarah, Ernest justru menempatkan profesionalisme sebagai prioritas. Dalam situasi seperti ini, ia tampaknya ingin memastikan media sosial tetap menjadi ruang kerja, bukan ladang fitnah yang dibiarkan tumbuh tanpa batas.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer