Pendiri Cardano Tolak Ajakan El Salvador karena Khawatir Risiko Hukum Terkait Geng
Charles Hoskinson, pendiri Cardano, pernah menolak ajakan pemerintah El Salvador pada 2021 untuk ikut dalam proyek adopsi mata uang kripto nasional. Keputusan itu bukan soal strategi bisnis semata, melainkan dipicu kekhawatiran yang lebih serius: potensi persoalan hukum yang berkaitan dengan kelompok geng kriminal.
Di saat El Salvador tengah agresif mendorong penggunaan kripto dan membuka pintu bagi sejumlah pihak untuk terlibat, Cardano sempat masuk dalam radar. Namun, Hoskinson memilih mundur karena menilai ada terlalu banyak risiko yang belum jelas. Informasi itu diungkap analis kripto Mikhail Bernard melalui akun media sosial miliknya.
El Salvador Pilih Jalur Bitcoin
Pada akhirnya, pemerintah El Salvador hanya memusatkan kebijakan kriptonya pada Bitcoin. Langkah itu sejalan dengan sikap Presiden Nayib Bukele yang sejak awal memberi dukungan penuh kepada aset kripto terbesar tersebut. Dengan keputusan itu, aset maupun teknologi dari Cardano tidak ikut masuk dalam proyek nasional tersebut.
Bagi Cardano, penolakan itu tidak mengubah arah pengembangan proyek secara keseluruhan. Ekosistemnya tetap bergerak dengan fokus pada pengembangan keuangan terdesentralisasi atau decentralized finance (DeFi), tanpa bergantung pada kerja sama dengan El Salvador.
Pertanyaan Hukum yang Tak Terjawab
Hoskinson juga disebut sempat mencoba meminta kejelasan soal perlindungan hukum dan ketentuan bisnis sebelum mengambil keputusan. Namun, jawaban yang diterimanya dari pejabat El Salvador dinilai tidak memadai. Mereka justru merujuk pada pidato Presiden Bukele di Facebook, bukan pada dokumen atau penjelasan hukum yang lebih formal.
Situasi itu memperlihatkan betapa rumitnya adopsi kripto di tingkat negara. Di satu sisi, pemerintah ingin mendorong inovasi dan memperluas penggunaan aset digital. Di sisi lain, kepastian hukum, transparansi, dan kepatuhan tetap menjadi syarat yang tidak bisa diabaikan, terutama jika ada potensi kaitan dengan isu keamanan dan geng kriminal.
Kasus ini juga menunjukkan bahwa pendekatan yang terlalu terpusat pada satu aset, seperti Bitcoin, bisa membatasi ruang kolaborasi dengan ekosistem kripto yang lebih luas. Dalam konteks El Salvador, pilihan itu memang memberi arah yang tegas, tetapi sekaligus menutup kemungkinan kerja sama dengan proyek lain yang juga tengah berkembang.
Source link

