Tuesday, June 16, 2026
HomeEkonomiAlasan Muhammadiyah Tidak Mendirikan Bank Umum Syariah

Alasan Muhammadiyah Tidak Mendirikan Bank Umum Syariah

JAKARTA — Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan belum ada rencana untuk mendirikan bank umum syariah (BUS) dalam waktu dekat. Alih-alih mengejar pembentukan bank berskala besar, persyarikatan itu memilih memusatkan tenaga pada penguatan bank perekonomian rakyat syariah (BPRS) yang sudah ada di lingkungan mereka.

Fokus ke penguatan BPRS

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan, peluang untuk membangun bank umum syariah memang terbuka lebar. Namun, menurut dia, jalan menuju ke sana masih panjang karena membutuhkan kesiapan yang menyeluruh, mulai dari permodalan, jaringan layanan, sistem teknologi informasi, hingga sumber daya manusia.

“Yang lebih realistis saat ini adalah memperkuat BPRS dulu,” kata Anwar, seraya menekankan bahwa pengembangan lembaga keuangan syariah tidak bisa hanya bertumpu pada niat besar, tetapi juga harus ditopang fondasi bisnis yang kuat.

OJK dorong konsolidasi BPRS

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan disebut mendorong Muhammadiyah agar melakukan merger terhadap BPRS-BPRS yang berada dalam ekosistem persyarikatan. Dorongan itu sejalan dengan arah konsolidasi industri perbankan syariah yang sedang digencarkan regulator.

OJK menargetkan dalam jangka menengah akan terbentuk tiga hingga lima bank syariah hasil konsolidasi. Langkah ini diharapkan membuat industri lebih efisien, memperluas ekspansi usaha, dan mendorong pangsa pasar syariah naik hingga sedikitnya 10 persen dari total industri perbankan nasional.

BSM jadi langkah awal

Salah satu langkah awal yang sudah berjalan adalah konversi BPR Matahari Artadaya yang terafiliasi dengan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menjadi BPRS Matahari, atau yang juga dikenal sebagai Bank Syariah Matahari (BSM). Konversi tersebut telah mengantongi izin dari OJK.

PP Muhammadiyah kemudian mengimbau seluruh unsur persyarikatan di berbagai tingkatan untuk menempatkan dana pihak ketiga di BSM dan menggunakan layanan perbankan yang tersedia di sana. Kebijakan ini dipandang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan syariah yang lebih kuat dari dalam organisasi sendiri.

Dengan strategi tersebut, Muhammadiyah tampak memilih jalur bertahap: memperkuat basis, menata konsolidasi, lalu membuka ruang pertumbuhan yang lebih besar bagi perbankan syariah di masa mendatang.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer