Jakarta — Token meme Pudgy Penguins (PENGU) kembali mencuri perhatian pelaku pasar kripto setelah melesat hampir 99 persen dalam tujuh hari terakhir. Pada perdagangan terkini, PENGU bergerak di kisaran USD 0,0301, sementara pada Minggu lalu token ini sempat menguat lebih dari 31 persen dalam sehari dengan volume transaksi harian menembus USD 2,1 miliar.
Lonjakan itu membuat PENGU masuk jajaran aset digital dengan performa paling menonjol sepanjang pekan. Di tengah pasar yang cenderung selektif, pergerakan PENGU justru menunjukkan minat beli yang tetap kuat, terutama setelah isu ETF spot ikut memberi sentimen positif bagi token tersebut.
ETF spot dan sentimen pasar dorong reli PENGU
Penguatan harga PENGU tidak hanya ditopang spekulasi jangka pendek, tetapi juga harapan pasar terhadap potensi persetujuan ETF spot. Ekspektasi inilah yang disebut menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya minat terhadap token meme tersebut. Di pasar kripto, kabar terkait ETF kerap memicu pergerakan agresif karena dianggap membuka pintu partisipasi investor yang lebih luas.
Analis kripto Ali menilai PENGU memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menopang reli lanjutan. Ia juga menyoroti adanya bullish retest pada 10 Juli, yang menurutnya menjadi sinyal teknikal penting bagi kelanjutan kenaikan harga. Dalam pandangannya, PENGU berpeluang menuju USD 0,060 pada Agustus apabila pengajuan ETF memperoleh persetujuan.
Indikator teknikal masih mengarah naik
Dari sisi teknikal, PENGU masih berada dalam tren naik yang solid. Indikator Relative Strength Index atau RSI tercatat di level 82, yang menandakan kondisi jenuh beli. Meski demikian, posisi itu juga mencerminkan betapa kuatnya tekanan beli yang masih bertahan di pasar.
Sementara itu, indikator Alligator memperlihatkan pola tren naik yang tegas, dengan jarak lebar antargaris rata-rata bergerak. Harga PENGU pun masih bertahan di atas garis Alligator, sinyal yang umumnya dibaca sebagai masih dominannya pembeli atas penjual.
Risiko tetap ada di tengah euforia
Kendati reli PENGU terlihat meyakinkan, kondisi jenuh beli membuat ruang koreksi tetap terbuka. Dalam pasar kripto yang bergerak cepat, kenaikan tajam sering kali diikuti volatilitas tinggi. Karena itu, investor dituntut lebih cermat membaca momentum, bukan sekadar terpancing lonjakan harga.
Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca. Lakukan kajian sebelum membeli atau menjual aset kripto. Liputan6.com mengingatkan bahwa redaksi tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi.
Source link

