Tuesday, June 16, 2026
HomeShowbizDugaan Gelapkan Dana dan Mainkan Jabatan Sultan Junaidi

Dugaan Gelapkan Dana dan Mainkan Jabatan Sultan Junaidi

JAKARTA — Dugaan penyalahgunaan jabatan kembali menyeruak di tubuh PAI setelah Pablo Benua, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PAI di bawah kepemimpinan Junaidi, membeberkan sejumlah praktik yang dinilainya tidak etis. Dalam pernyataannya, Pablo menyebut Junaidi kerap meminta uang kepada anggota organisasi dengan beragam alasan, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah.

Pablo Sebut Ada Permintaan Uang Berulang

Menurut Pablo, pola permintaan dana itu bukan kejadian sekali dua kali. Ia menilai, praktik tersebut justru memperlihatkan sisi lain dari sosok yang semestinya menjadi panutan di internal organisasi. Dugaan itu makin menguat setelah sejumlah anggota PAI disebut ikut menyampaikan pengaduan serupa mengenai permintaan uang yang dilakukan Junaidi.

Di tengah upaya menjaga nama baik organisasi, Pablo mengaku telah mengeluarkan dana pribadi hingga Rp 500 juta. Ia juga disebut membelikan sebuah mobil mewah sebagai bagian dari usahanya membersihkan nama PAI dari berbagai tuduhan yang berkembang.

Upaya Bersihkan Nama PAI Justru Diiringi Masalah Baru

Namun, menurut Pablo, langkah tersebut tidak menghentikan perilaku Junaidi. Ia menilai ada ketimpangan antara beban yang ditanggung anggota dan sikap pimpinan yang justru mengambil keuntungan dari situasi itu. Dalam pengakuannya, Junaidi diduga mengambil uang dari hasil kerja keras anggota PAI, sesuatu yang disebut Pablo sangat bertentangan dengan etika kepemimpinan.

Situasi ini mencuat setelah sebelumnya Junaidi lebih dulu melaporkan Pablo Benua dan Rey Utami. Namun, laporan itu justru memunculkan rangkaian pengakuan baru dari internal PAI yang membuka dugaan praktik yang selama ini tersembunyi.

Laporkan Lawan, Justru Terbuka Masalah Internal

Pablo berharap pengungkapan ini bisa menjadi jalan untuk membersihkan nama PAI dari tuduhan yang merugikan organisasi. Di sisi lain, kasus ini memperlihatkan bahwa persoalan di internal organisasi tidak hanya soal konflik antaranggota, tetapi juga menyangkut dugaan penyalahgunaan wewenang yang kini mulai disorot terbuka.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer