Tuesday, June 16, 2026
HomeShowbizErsya Aurelia Bintangi Film Kampung Jabang Mayit: Rela Tahan Mual Saat Syuting

Ersya Aurelia Bintangi Film Kampung Jabang Mayit: Rela Tahan Mual Saat Syuting

Ersya Aurelia mengaku harus keluar dari zona nyaman saat terlibat dalam film terbarunya, Kampung Jabang Mayit: Ritual Maut. Dalam film garapan Wisnu Surya Pratama itu, ia berperan sebagai Weda, seorang foto model yang datang ke desa untuk menghadapi keputusan berat terkait kehamilan di luar nikah.

Tantangan Emosional di Balik Peran Weda

Bagi Ersya, karakter Weda bukan sekadar tokoh fiksi yang harus dihafal dialognya. Ia harus membangun lapisan emosi yang rumit, mulai dari tekanan karier hingga beban pribadi yang menekan dari dalam. Situasi itu membuat proses pendalaman karakter terasa jauh lebih berat dibanding peran-peran yang pernah ia mainkan sebelumnya.

“Aku merasa bahwa peran Weda dalam film ini sangat menantang dan merupakan hal yang belum pernah aku lakukan sebelumnya,” ujar Aurelia saat diwawancarai di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Ia menambahkan, membayangkan kondisi hamil di luar nikah ketika sedang berada di puncak karier menjadi tantangan emosional yang cukup berat baginya.

Menjaga Penjiwaan Agar Tetap Meyakinkan

Ersya menyebut dirinya sempat kesulitan mencampurkan emosi Weda dengan kehidupan pribadinya. Namun, justru di titik itulah ia berusaha lebih serius membangun penampilan yang terasa utuh dan meyakinkan. Ia ingin Weda hadir sebagai sosok yang tidak hanya kuat di atas naskah, tetapi juga terasa dekat dan manusiawi di layar.

Dalam proses itu, Ersya berupaya memberi yang terbaik agar karakter Weda tampil autentik dan mampu menggugah perasaan penonton. Tantangan fisik maupun emosional yang ia hadapi selama syuting menjadi bagian penting dari upayanya menghidupkan cerita yang dibawa Kampung Jabang Mayit: Ritual Maut.

Peran yang Memaksa Akting Lebih Dalam

Dengan karakter yang berada dalam tekanan sosial dan psikologis, film ini menuntut Ersya untuk tidak sekadar tampil, tetapi benar-benar menyelami kegelisahan Weda. Dari situ, ia mendapatkan pengalaman akting yang berbeda, sekaligus memperlihatkan sisi lain dari kemampuannya sebagai aktris.

Peran tersebut menjadi salah satu yang paling menantang dalam perjalanan kariernya sejauh ini, terutama karena ia harus menjaga emosi tetap hidup di tengah situasi cerita yang berat. Bagi Ersya, justru di sanalah letak kekuatan film ini: memaksa pemainnya menghadapi sisi-sisi yang tidak selalu nyaman untuk ditampilkan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer