Pada Minggu, 27 Juli 2025, selebgram Dian Kristianita memilih buka-bukaan soal operasi plastik yang ia jalani di Korea Selatan. Alih-alih menampilkan hasil akhir, Dian justru memperlihatkan fase yang kerap tak terlihat di media sosial: wajah yang masih bengkak, bentuk yang belum stabil, dan masa pemulihan yang memang memakan waktu. Ia menyebut prosedur itu baru dijalani sekitar sebulan lalu, sehingga hasil akhirnya belum bisa dinilai sekarang.
Operasi 10 Jam di Gangnam
Dian menjalani tindakan di Braun Plastic Surgery, Gangnam, Seoul, Korea Selatan. Prosedur yang ia tempuh tergolong besar dan berlangsung sekitar 10 jam. Beberapa tindakan yang dilakukan meliputi face contouring, facelift, rhinoplasty, serta sejumlah penyesuaian lain pada area wajah.
Menurut Dian, kondisi wajahnya yang masih tampak lebar dan bengkak merupakan bagian normal dari proses penyembuhan. Ia mengingatkan bahwa hasil operasi seperti ini tidak bisa dilihat instan, apalagi setelah tindakan yang cukup kompleks.
Biaya Rp600 Juta dan Dukungan Keluarga
Selain soal proses medis, Dian juga mengungkap besarnya biaya yang harus ia keluarkan. Total pengeluaran untuk operasi itu disebut mencapai sekitar Rp600 juta, belum termasuk biaya hidup dan akomodasi selama satu bulan di Korea Selatan. Angka tersebut menunjukkan bahwa prosedur kecantikan semacam ini bukan hanya soal keberanian, tetapi juga kesiapan finansial yang tidak kecil.
Dian mengaku sempat membuat keluarganya terkejut saat melihat penampilannya usai operasi. Meski begitu, reaksi itu tidak berujung penolakan. Keluarganya pada akhirnya mendukung keputusan yang diambil Dian.
Pesan Dian soal Operasi Plastik
Lewat pengalamannya, Dian menekankan bahwa operasi plastik bukan keputusan yang bisa diambil secara tergesa-gesa. Ia meminta publik untuk tidak buru-buru menilai hasil yang masih dalam tahap pemulihan. Bagi Dian, kesiapan mental sama pentingnya dengan pertimbangan fisik dan finansial sebelum menjalani prosedur invasif seperti ini.
Dalam ceritanya, Dian seolah mengingatkan bahwa yang tampak di layar kerap hanya potongan akhir, sementara proses di baliknya justru jauh lebih panjang dan tidak selalu mulus.
Source link

