Wednesday, June 17, 2026
HomeCryptoPenambang Bitcoin Raih Keuntungan Tertinggi Pasca Halving April 2024

Penambang Bitcoin Raih Keuntungan Tertinggi Pasca Halving April 2024

Di tengah euforia harga dan meningkatnya minat pasar, penambang Bitcoin justru menghadapi kenyataan yang jauh lebih keras: keuntungan memang sempat mencetak rekor, tetapi biaya dan persaingan di jaringan juga ikut menanjak. Sejak halving pada April 2024, ruang gerak para penambang menyempit karena imbalan per blok terpangkas separuh, sementara ongkos operasional tak ikut turun.

Imbalan turun, tekanan naik

Setelah halving April lalu, hadiah untuk memverifikasi transaksi di blockchain Bitcoin turun dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC per blok. Pemangkasan ini langsung menekan pendapatan harian para penambang. Menurut data JPMorgan, laba kotor per EH/s turun sekitar 43% hingga 50%, mencerminkan berkurangnya ruang keuntungan di tengah kondisi jaringan yang makin padat.

Tekanan itu tidak datang sendirian. Biaya operasional yang tinggi masih menjadi beban utama, mulai dari listrik hingga perangkat tambang yang terus bekerja tanpa henti. Di saat yang sama, tingkat kesulitan penambangan justru terus meningkat, membuat proses verifikasi transaksi semakin sulit dan kompetitif.

Tingkat kesulitan naik 9 persen

Dalam satu bulan terakhir, tingkat kesulitan penambangan Bitcoin tercatat naik 9%. Kenaikan ini menandakan bahwa para penambang harus mengerahkan daya komputasi lebih besar untuk memperoleh imbalan yang sama, di tengah hadiah blok yang sudah lebih kecil sejak April.

Kondisi tersebut membuat keuntungan yang sebelumnya tampak menjanjikan menjadi lebih rapuh. Bagi penambang skala besar sekalipun, lonjakan kesulitan jaringan berarti efisiensi operasional menjadi faktor yang semakin menentukan.

Produksi Bitcoin sejumlah penambang besar menurun

Laporan Farside Investors menunjukkan sebelas penambang besar mengalami penurunan jumlah Bitcoin yang berhasil mereka tambang dalam rentang empat hingga enam bulan pertama tahun ini. Namun, data untuk Juli belum tersedia sehingga gambaran terbaru atas kinerja para penambang tersebut belum dapat dipastikan.

Situasi ini memperlihatkan paradoks yang dihadapi industri penambangan Bitcoin: di satu sisi keuntungan bisa mencatat puncak baru, tetapi di sisi lain struktur bisnisnya makin menuntut efisiensi tinggi agar tetap bertahan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer