Fariz RM: Nota Pembelaan, Permintaan Maaf, dan Penyesalan di Kasus Narkoba
Fariz RM menyampaikan sikapnya di hadapan proses hukum yang tengah dijalaninya dengan nada pasrah sekaligus reflektif. Dalam nota pembelaan, ia menegaskan siap menerima putusan pengadilan apa pun yang kelak dijatuhkan. Baginya, keputusan itu merupakan bagian dari takdir yang harus dilalui sebagai jalan untuk memperbaiki diri. Ia menyebut, apa pun hasil akhirnya, semuanya akan diterima sebagai kehendak Allah.
Siap menerima putusan pengadilan
Sikap tersebut menjadi penanda bahwa Fariz RM tidak lagi berupaya membantah sepenuhnya perkara yang menyeret namanya. Ia justru memilih menempatkan proses hukum ini sebagai ruang belajar. Dalam pandangannya, perkara yang dihadapinya bukan hanya soal vonis, tetapi juga momentum untuk menata ulang hidup dan mengambil pelajaran dari kesalahan yang pernah dibuat.
Permintaan maaf untuk pihak yang kecewa
Di kesempatan yang sama, Fariz RM juga menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang merasa dikecewakan oleh tindakannya. Ia mengakui bahwa ulahnya telah meninggalkan luka dan catatan buruk, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya. Fariz berkomitmen menjadikan proses ini sebagai pengalaman terakhirnya dalam bersinggungan dengan hal-hal terlarang.
Penyesalan dan janji berubah
Fariz RM tak menutupi penyesalannya atas kesalahan yang ia akui telah dilakukan sepanjang hidupnya. Ia menyebut momen ini sebagai titik penting untuk berhenti dari perilaku buruk yang selama ini membayangi namanya. Dalam pernyataannya, ia berjanji memperbaiki diri dan menegaskan bahwa ini adalah yang terakhir kalinya ia terlibat dalam persoalan serupa.
Source link

