Misteri Nirina Zubir di Lokasi Syuting Panggilan Dari Kubur
Suasana syuting Panggilan Dari Kubur ternyata tak hanya menegangkan bagi penonton yang nanti menyaksikannya di layar. Bagi Firzanah Alya, pengalaman pertama bermain di film horor justru menjadi ujian emosional yang datang sejak proses produksi berlangsung. Salah satu adegan paling berat baginya adalah ketika ia harus tampil dalam balutan kain kafan untuk memerankan Yasmin.
Dalam pengakuannya, Alya tak menutupi bahwa momen tersebut membuatnya benar-benar tertekan. Ia harus masuk ke dalam karakter sepenuhnya agar emosi yang dibutuhkan adegan tetap terasa meyakinkan. Situasi itu, menurut dia, sempat membuat dirinya hampir menangis di lokasi.
Adegan yang Menguras Emosi
“Aku merasakan deg-degan dan sebenarnya hampir menangis saat adegan dipocongin. Bahkan ibuku juga merasakan hal yang sama dan akhirnya menangis juga di lokasi syuting,” ungkap Firzanah Alya. Pengalaman itu menjadi salah satu bagian paling sulit selama ia menjalani proses syuting film horor tersebut.
Bagi Alya, tantangan bukan hanya datang dari tuntutan peran, tetapi juga dari suasana syuting yang ikut membangun ketegangan. Untuk pertama kalinya ia berhadapan langsung dengan atmosfer film horor, genre yang menuntut kesiapan mental sekaligus keberanian menghadapi adegan-adegan tak biasa.
Pengalaman Pertama di Film Horor
Keterlibatan Alya dalam Panggilan Dari Kubur memberi warna baru dalam perjalanan aktingnya. Ia tidak sekadar menjalani peran, melainkan juga belajar mengendalikan rasa takut agar bisa tetap tampil maksimal. Dari proses itulah, karakter Yasmin dibangun dengan kedalaman emosi yang lebih kuat.
Meski berat, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi Alya sebagai aktris yang masih terus berkembang. Tekanan di lokasi syuting justru memperlihatkan bahwa peran dalam film horor tak hanya bergantung pada ekspresi ketakutan, tetapi juga pada kemampuan pemain menjaga intensitas emosi agar cerita terasa hidup.
Source link

