Tuesday, June 16, 2026
HomeShowbizFebby Rastanty: Olahraga Lari Bikin Happy, Target Pecahkan Rekor Half Marathon!

Febby Rastanty: Olahraga Lari Bikin Happy, Target Pecahkan Rekor Half Marathon!

Febby Rastanty tak lagi melihat lari sekadar soal kecepatan. Dari pengalaman pahit saat tampil di Inggris, ia justru belajar bahwa lomba jarak jauh menuntut strategi yang matang, bukan hanya tenaga besar di awal. Kesalahan membaca ritme membuatnya kehabisan daya pada kilometer ke-25, lalu harus bertahan hingga garis finis dalam kondisi kaki dan perut pegal disertai kram.

Belajar dari salah strategi di lintasan

Febby mengingat jelas momen ketika lomba yang semestinya menyenangkan berubah menjadi perjuangan panjang. Ia memaksakan diri terlalu cepat, lalu membayar mahal saat memasuki fase akhir perlombaan. “Dari kilometer 25 hingga 42, saya hanya bisa berdoa sambil meraba-raba kaki. Saya bertanya kepada Tuhan, kapan perlombaan ini akan berakhir. Perlombaan tidak lagi menyenangkan karena saya tidak bisa menikmati perjalanan, yang penting hanya segera selesai. Itu benar-benar tidak nyaman,” kenang Febby Rastanty.

Pengalaman itu menjadi titik balik baginya. Sejak saat itu, ia mulai lebih serius menyusun strategi sebelum turun di lomba lari jarak jauh, baik half marathon maupun full marathon. Bagi Febby, lari kini bukan hanya urusan target waktu, tetapi juga soal kemampuan menjaga tubuh tetap kuat sampai akhir.

Target besar: lengkapi World Marathon Majors

Di tengah rutinitasnya, Febby tetap menyimpan ambisi yang cukup spesifik: menuntaskan World Marathon Majors. Hingga kini, ia sudah mengoleksi lima medali dari ajang tersebut. Cita-cita terdekatnya adalah meraih satu medali lagi dari New York, yang sekaligus akan melengkapi target pribadinya sebelum berusia 30 tahun.

“Saya bermimpi untuk mendapatkan 6 medali sebelum berusia 30 tahun. Medali terakhir yang belum saya dapatkan adalah dari New York. Saya sudah mendapatkan 5 medali dari World Majors, tinggal tunggu New York saja. Pertama, Tokyo. Kedua, Chicago. Ketiga, London. Keempat, Berlin di Jerman. Dan kelima, baru-baru ini di Boston,” paparnya.

Lari sebagai sumber energi

Di balik catatan medali itu, Febby tampak ingin menegaskan satu hal: olahraga lari memberinya kebahagiaan, selama dijalani dengan persiapan yang tepat. Dari lintasan, ia bukan hanya mengejar garis finis, melainkan juga belajar mengendalikan diri, membaca kemampuan tubuh, dan tidak lagi mengulang kesalahan yang sama.

Pengalaman di Inggris menjadi pengingat bahwa dalam lomba sejauh apa pun, kemenangan tidak selalu ditentukan oleh siapa yang paling cepat berlari di awal, melainkan siapa yang paling cermat mengatur langkah sampai akhir.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer