Tuesday, June 9, 2026
HomeCryptoPotensi Indonesia sebagai Role Model Global di Industri Kripto

Potensi Indonesia sebagai Role Model Global di Industri Kripto

Potensi Indonesia sebagai Role Model Global di Industri Kripto

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) kembali menarik perhatian pasar aset digital setelah terungkap memiliki sekitar 6.300 Bitcoin (BTC) dengan nilai hampir USD 740 juta atau sekitar Rp 12,04 triliun. Temuan itu merujuk pada data platform analisis blockchain Arkham, yang mencatat aset tersebut tersimpan melalui perusahaan tambang negara, Citadel Mining, sebagaimana dilaporkan Coinmarketcap.

Cadangan Bitcoin UEA berasal dari penambangan

Yang membedakan UEA dari negara lain adalah sumber kepemilikan Bitcoinnya. Jika Amerika Serikat dan Inggris umumnya memperoleh aset kripto melalui penyitaan hukum, UEA membangunnya dari aktivitas penambangan. Dengan posisi itu, UEA kini disebut sebagai negara dengan kepemilikan Bitcoin terbesar keempat yang tercatat di Arkham.

Citadel Mining bersama mitranya, Phoenix Group, disebut telah menambang sekitar 9.300 BTC. Dari jumlah tersebut, sekitar 6.300 BTC masih disimpan sebagai cadangan. Struktur kepemilikan Citadel juga tergolong transparan, dengan 85 persen saham dikuasai 2pointzero, yang sepenuhnya dimiliki International Holding Company (IHC).

Jejak kepemilikan yang terhubung ke keluarga kerajaan Abu Dhabi

Di tingkat yang lebih atas, sekitar 61 persen saham IHC berada di bawah kendali UAE Royal Group milik Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi. Rantai kepemilikan ini menunjukkan bagaimana strategi negara tersebut dalam mengelola aset kripto berjalan melalui korporasi yang terhubung langsung dengan struktur investasi nasional.

Pada 2022, UEA juga membangun fasilitas penambangan Bitcoin seluas 80.000 meter persegi di Pulau Al Reem, Abu Dhabi, dan proyek itu rampung hanya dalam enam bulan. Arkham menyatakan klaim tersebut telah diverifikasi melalui data on-chain dan citra satelit, sementara transaksi antara Citadel dan Phoenix dinilai konsisten dengan laporan resmi yang dipublikasikan.

Phoenix Group masih menyimpan aset digital

Selain Citadel, Phoenix Group yang juga tercatat di Arkham dilaporkan masih menyimpan Bitcoin senilai sekitar USD 3,2 juta atau sekitar Rp 52,07 miliar. Temuan ini memperlihatkan bahwa UEA tidak sekadar masuk ke pasar kripto, tetapi membangun posisi sebagai salah satu pemegang aset digital terbesar yang berasal dari operasi penambangan terorganisasi.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer