American Bitcoin, perusahaan penambang bitcoin yang sebagian sahamnya terkait dengan dua putra Presiden Amerika Serikat Donald Trump, bersiap melantai di Nasdaq pada September 2025. Langkah ini menandai babak baru bagi perusahaan yang sejak awal diposisikan untuk masuk ke jajaran pemain besar industri kripto di AS.
Merger Hampir Rampung
CEO Hut 8, Asher Genoot, mengatakan proses penggabungan American Bitcoin dengan Gryphon Digital Mining hampir selesai. Setelah transaksi itu tuntas, American Bitcoin akan melanjutkan rencana pencatatan saham di bursa teknologi tersebut. Saham perusahaan nantinya akan diperdagangkan dengan kode ABTC.
Dalam struktur kepemilikan saat ini, Hut 8 memegang 80 persen saham American Bitcoin. Sementara itu, Eric Trump dan Donald Trump Jr. akan memiliki 19 persen saham perusahaan yang diluncurkan pada Maret itu. Komposisi tersebut menegaskan keterlibatan keluarga Trump dalam bisnis aset digital yang belakangan mendapat sorotan besar di pasar Amerika.
Target Jadi Penambang Bitcoin Besar di AS
American Bitcoin dibentuk dengan ambisi besar: menjadi salah satu perusahaan penambang bitcoin terbesar di Amerika Serikat. Arah bisnis ini sejalan dengan sikap Presiden Donald Trump yang dikenal lebih terbuka terhadap mata uang kripto dibanding pendahulunya.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap aset digital, rencana pencatatan saham American Bitcoin dinilai menjadi sinyal bahwa industri penambangan kripto di AS masih terus mencari momentum ekspansi, meski pasar bergerak naik-turun.
Saham Hut 8 Menguat
Di pasar, saham Hut 8 tercatat naik 0,6 persen menjadi USD 26,51 pada Kamis, menurut data Yahoo Finance. Sejak awal tahun, saham perusahaan berbasis di Miami itu sudah menguat 29 persen, dari USD 21,10 pada Januari. Kenaikan ini menunjukkan minat investor yang masih terjaga terhadap perusahaan yang punya eksposur besar ke bisnis bitcoin.
Source link

