Nubia Air adalah smartphone terbaru yang bergabung dengan deretan perangkat berbodi tipis seperti Galaxy S25 Edge, Tecno Pova Slim, serta iPhone 17 Air. Dengan ketebalan hanya 5,9 mm di titik tertipisnya, Nubia Air memiliki bodi super tipis namun tetap menawarkan kapasitas baterai 5.000mAh yang mendukung pengisian daya 33W. Selain itu, perangkat ini memiliki rating IP68/IP69K sehingga tahan terhadap debu dan air panas bertekanan tinggi.
Layar Nubia Air menggunakan panel AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1.5K, refresh rate 120Hz, dan tingkat kecerahan maksimal hingga 4.500 nits. Dilindungi oleh kaca Corning Gorilla Glass 7i, layar ini juga memiliki desain bezel tipis dengan notch punch-hole. Di dalamnya, terdapat Unisoc T8300 sebagai otak utama dengan RAM 8GB dan storage 256GB.
Kamera utama Nubia Air memiliki sensor 50MP dengan sensor 2MP depth dan Auxiliary lens, sementara kamera selfienya 20MP. Fitur-fitur tambahan seperti AI Super Night, HDR, VLOG mode, Magic Editor, dan Magic Eraser juga disematkan dalam perangkat ini. Nubia Air tersedia dalam varian warna Titanium Black, Streamer Black, dan Titanium Desert dengan harga mulai dari USD 279 atau sekitar Rp4,5 jutaan untuk wilayah Eropa. Namun, akan tersedia di wilayah lain termasuk Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Apakah Nubia Air akan masuk secara resmi ke Indonesia?

