Friday, July 17, 2026
HomeShowbizSeminar Hari Jantung: Selebgram Andrew Susanto Berbagi Kebaikan

Seminar Hari Jantung: Selebgram Andrew Susanto Berbagi Kebaikan

Seminar Hari Jantung: Selebgram Andrew Susanto Berbagi Kebaikan

Penyakit jantung masih menjadi ancaman kesehatan yang nyata di Indonesia. Di tengah gaya hidup yang kian serba cepat, kesadaran untuk menjaga organ vital ini dinilai belum sebanding dengan besarnya risiko yang mengintai. Selebgram Andrew Susanto menyoroti persoalan tersebut dengan mengingatkan bahwa pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu penyakit datang lebih dulu.

Masalah kesehatan yang belum bisa diabaikan

Data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai 1,5 persen dari total penduduk. Dengan hitungan itu, sekitar 2,78 juta orang tercatat hidup dengan penyakit jantung. Angka tersebut memperlihatkan bahwa persoalan ini bukan sekadar isu medis, melainkan beban kesehatan masyarakat yang terus menuntut perhatian serius.

Andrew Susanto menekankan bahwa kondisi ini seharusnya menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pola hidup sehari-hari. Menurutnya, langkah sederhana seperti menjaga aktivitas fisik, memperhatikan asupan makanan, dan tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan dapat membantu menekan risiko sejak dini.

Kematian akibat penyakit jantung masih tinggi

Ancaman itu juga tercermin dalam laporan Global Burden of Disease 2019. Dalam catatan tersebut, penyakit jantung iskemik disebut sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan lebih dari 245 ribu kematian setiap tahun. Fakta ini menegaskan bahwa penyakit jantung masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam sistem kesehatan nasional.

Di tengah situasi tersebut, pesan pencegahan menjadi semakin relevan. Kesadaran publik untuk mengenali faktor risiko dan melakukan pemeriksaan lebih awal dinilai dapat menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak yang lebih besar di kemudian hari.

Kesadaran sejak dini menjadi kunci

Andrew Susanto melalui perhatiannya pada isu ini mengajak masyarakat untuk tidak meremehkan kesehatan jantung. Pesan yang disampaikan bukan semata soal memperingati Hari Jantung, tetapi juga tentang membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat dan lebih disiplin.

Di tengah tingginya angka kasus dan kematian, perhatian pada kesehatan jantung tidak lagi bisa ditunda. Semakin cepat masyarakat memahami risikonya, semakin besar pula peluang untuk mencegah penyakit ini berkembang menjadi ancaman yang lebih berat.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer