JAKARTA — Harga Bitcoin kembali mencuri perhatian pasar pada 12 September 2025 setelah aliran dana ke produk investasi kripto menunjukkan pergeseran sentimen yang cukup jelas. Dorongan terbesar datang dari meningkatnya minat investor terhadap ETF Bitcoin spot, yang kembali menjadi barometer utama selera risiko di pasar aset digital.
Arus dana ke ETF Bitcoin menguat
Menurut data BRN, dana Bitcoin mencatat arus masuk bersih sebesar USD 757 juta pada 10 September. Di saat yang sama, ETF Ethereum juga tidak kalah menarik minat pasar dengan arus masuk sebesar USD 172 juta. Pergerakan ini menandakan bahwa investor mulai kembali agresif menempatkan dana ke aset kripto utama, bukan hanya pada Bitcoin, tetapi juga Ethereum.
Di sisi korporasi, perusahaan infrastruktur blockchain Bitmine turut menambah eksposur terhadap aset digital. Perusahaan itu membeli 46.255 ETH senilai USD 201 juta, sehingga total kepemilikannya meningkat menjadi lebih dari 2,1 juta ETH atau setara USD 9,24 miliar. Langkah ini mempertegas bahwa minat terhadap aset kripto masih terjaga, baik di level institusi maupun perusahaan yang berfokus pada ekosistem blockchain.
Pasar derivatif ikut mengirim sinyal serupa
Tak hanya dari arus dana ke ETF, pasar derivatif kripto juga menunjukkan kecenderungan yang mendukung reli harga. Nilai total kontrak berjangka Bitcoin yang masih terbuka, atau open interest, naik menjadi USD 84,86 miliar. Kenaikan ini biasanya dibaca sebagai tanda bahwa pelaku pasar tengah menambah posisi dan bersiap menghadapi pergerakan harga yang lebih besar.
Sementara itu, likuidasi turun menjadi USD 37,96 juta. Penurunan aksi jual paksa ini terutama menekan posisi yang berlawanan dengan arah kenaikan harga. Kondisi tersebut memberi ruang bagi Bitcoin untuk bergerak lebih stabil, setidaknya dalam jangka pendek, karena tekanan dari posisi yang salah arah ikut mereda.
Volume perdagangan masih tinggi
Aktivitas di kontrak berjangka Bitcoin secara keseluruhan juga meningkat menjadi sekitar USD 53 miliar. Angka ini menunjukkan pasar tetap hidup, dengan partisipasi tinggi dari investor reguler maupun trader yang menggunakan leverage. Dalam situasi seperti ini, kenaikan harga Bitcoin bukan semata dipicu oleh sentimen sesaat, melainkan oleh kombinasi arus modal, aktivitas derivatif, dan meningkatnya keberanian pelaku pasar untuk mengambil risiko.
Dengan serangkaian indikator itu, pasar kripto saat ini tampak bergerak dalam fase optimistis. Bitcoin menjadi pusat perhatian, tetapi sinyal yang muncul dari ETF, Ethereum, dan pasar berjangka menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital sedang meluas, bukan hanya tertuju pada satu instrumen.
Source link

