Di tengah proses gugatan perceraian yang diajukan Tasya Farasya terhadap suaminya, Ahmad Assegaf, sebuah video lawas kembali menyita perhatian warganet. Potongan percakapan Tasya bersama saudara kembarnya, Tasyi Athasiya, itu ramai dibicarakan ulang setelah beredar di media sosial dan memantik perdebatan baru soal pandangan Tasya terhadap poligami.
Video Lama yang Kembali Viral
Video tersebut diunggah ulang oleh akun gosip @lambe_gosiip. Dalam cuplikan itu, Tasyi melontarkan pertanyaan yang bersifat hipotetis kepada Tasya: memilih suami yang kaya namun berpoligami, atau suami setia tetapi tidak kaya. Pertanyaan sederhana itu justru memunculkan jawaban yang kini kembali dikomentari banyak orang.
Tasya saat itu menyebut dirinya memilih suami yang berpoligami. Ia beralasan poligami tidak selalu identik dengan hal buruk. Menurut dia, ada pasangan yang menjalani poligami dengan damai dan tetap harmonis. Pernyataan tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan yang lebih luas, terutama karena kini Tasya tengah berada dalam situasi rumah tangga yang menjadi sorotan publik.
Jawaban Tasya Tuai Respons Beragam
Dalam percakapan lanjutan, Tasya juga menyampaikan pandangannya bahwa menerima poligami dapat menjadi jalan untuk melatih kesabaran. Ia bahkan menyebut sikap itu bisa memudahkannya menuju surga. Ucapan tersebut langsung memicu reaksi beragam dari pengguna media sosial, sebagian mendukung sebagai pandangan pribadi, sementara yang lain menilai pernyataan itu problematis.
Perdebatan pun melebar, bukan hanya soal pilihan antara suami kaya atau setia, tetapi juga mengenai bagaimana publik membaca ulang sikap Tasya di tengah kabar perceraian yang sedang ia hadapi. Sebagai figur publik dan beauty content creator dengan pengikut besar, setiap pernyataannya kerap kembali disorot, terlebih ketika situasinya berkaitan dengan kehidupan rumah tangga.
Menjadi Sorotan di Tengah Gugatan Cerai
Munculnya kembali video lama itu memperlihatkan bagaimana arsip digital dapat berubah menjadi bahan diskusi baru ketika konteks kehidupan seseorang ikut berubah. Bagi sebagian warganet, jawaban Tasya dianggap sekadar obrolan lama yang diambil dari situasi berbeda. Namun bagi yang lain, cuplikan itu justru dianggap relevan untuk membaca ulang pandangan Tasya terhadap relasi dan pernikahan.
Di media sosial, pro dan kontra terus mengalir. Ada yang menyoroti konsistensi sikap, ada pula yang menilai video tersebut tidak seharusnya dibaca lepas dari konteks saat pertama kali diucapkan. Yang jelas, potongan lama itu berhasil menghidupkan kembali perbincangan tentang poligami, sekaligus menempatkan Tasya Farasya kembali di pusat perhatian publik.
Source link

