Saturday, February 14, 2026
HomeBeritaStrategi Ekspor UMKM Indonesia ke Jerman dalam Kerangka Akselerasi CEPA

Strategi Ekspor UMKM Indonesia ke Jerman dalam Kerangka Akselerasi CEPA

Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Dyah Roro Esti, menekankan peningkatan ekspor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia ke Jerman dalam pertemuan bilateral dengan State Secretary of the Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ) Niels Annen di Berlin. Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan ekspor ke Eropa dengan mempercepat penyelesaian perundingan perjanjian ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia-EU CEPA). Kemendag berfokus pada program UMKM BISA Ekspor dan berharap dapat terintegrasi dengan program yang dimiliki Pemerintah Jerman, terutama melalui JEIC. Salah satu komoditas yang didorong untuk diekspor adalah kopi, mengingat minat tinggi di Eropa terhadap komoditas tersebut.

Pada pertemuan, Roro juga menjelaskan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk percepatan penandatanganan IEU CEPA. Hal ini penting dalam situasi geopolitik global yang fluktuatif, di mana perjanjian dagang dengan negara mitra diharapkan dapat meningkatkan nilai perdagangan dan mengurangi ketergantungan terhadap negara tertentu. Annen juga memaparkan fokus program pemerintah Jerman terkait kebijakan EU deforestation regulation yang berdampak pada beberapa komoditas Indonesia. BMZ siap untuk berkolaborasi dengan Indonesia dalam memudahkan komoditas terdampak EUDR memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Pemerintah Jerman memiliki program German Desk yang berfungsi menghubungkan pelaku usaha Indonesia dengan Jerman dan memfasilitasi proses bisnis. BMZ juga telah bekerja sama dengan Bappenas mengenai perdagangan berkelanjutan. Data perdagangan antara Indonesia dan Jerman pada tahun 2024 menunjukkan perubahan terutama dalam nilai ekspor dan impor kedua negara. Produk ekspor utama Indonesia ke Jerman antara lain mesin percetakan, tembaga, alas kaki berbahan kulit, dan kopi, sedangkan produk impor utama Indonesia dari Jerman mencakup produk otomotif, obat-obatan, dan mesin.

Jerman juga merupakan sumber investasi asing terbesar ke-15 bagi Indonesia, dengan sejumlah proyek yang tersebar di negara tersebut. Kolaborasi antara Indonesia dan Jerman dalam bidang ekspor, perdagangan, dan investasi membawa dampak positif bagi kedua belah pihak.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer