Panduan Membeli Properti di Jepang dengan Bitcoin
Perusahaan investasi Jepang, Merchant Bankers (MBK Co.,Ltd), membuka babak baru dalam transaksi properti lintas batas dengan meluncurkan layanan pembayaran menggunakan Bitcoin. Skema ini dirancang untuk memudahkan investor asing yang ingin membeli properti di Jepang tanpa harus bergantung sepenuhnya pada mekanisme transfer bank internasional yang kerap memakan waktu.
Pengumuman tersebut langsung menyita perhatian pasar ketika perdagangan saham Merchant Bankers kembali dibuka usai libur nasional pada 24 September. Di bursa, saham perusahaan sempat melesat dari harga pembukaan ¥278 ke level intraday tertinggi ¥319, sebelum akhirnya ditutup di ¥281. Meski penguatannya relatif tipis, sekitar 1,44 persen, respons pasar menunjukkan besarnya minat terhadap model transaksi yang dinilai lebih praktis bagi pembeli lintas negara.
Skema pembayaran dibuat serentak
Dalam layanan ini, pembeli dari luar negeri akan mengirimkan Bitcoin senilai harga properti ke dompet digital yang dikelola bursa kripto berlisensi. Pada saat yang sama, Merchant Bankers akan meneruskan dana dalam yen kepada penjual properti. Dengan mekanisme yang berjalan bersamaan itu, perusahaan berharap proses pembayaran bisa berlangsung lebih cepat dan mengurangi jeda yang biasa terjadi dalam transaksi internasional konvensional.
Model tersebut juga menjadi penanda bahwa aset digital mulai diposisikan bukan hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai alat pembayaran dalam transaksi bernilai besar. Bagi pasar properti Jepang, pendekatan ini berpotensi membuka akses yang lebih luas bagi investor asing yang selama ini menghadapi hambatan administratif maupun keterlambatan penyelesaian dana.
Didukung mitra kripto teregulasi
Pengembangan sistem ini dilakukan bersama mitra bursa kripto teregulasi, termasuk BTC Box dan Angoo Fintech di Estonia. Keterlibatan pihak-pihak tersebut memberi lapisan kepatuhan yang penting dalam transaksi yang melibatkan aset digital dan pembayaran lintas yurisdiksi.
Merchant Bankers berencana menyalurkan layanan ini melalui dua jalur utama, yakni agen properti domestik di Jepang serta kantor cabang luar negeri seperti MBK ASIA LIMITED di Hong Kong dan Estonian Japan Trading Company AS. Dengan jalur distribusi itu, perusahaan menargetkan pembeli dari luar Jepang yang ingin memperoleh properti di negara tersebut dengan cara pembayaran yang lebih cepat dan terstruktur.
Targetnya investor asing
Langkah Merchant Bankers ini menempatkan Bitcoin sebagai jembatan pembayaran, bukan sekadar aset spekulatif. Dalam konteks pasar properti Jepang, layanan tersebut bisa menjadi pembeda di tengah meningkatnya minat investor asing terhadap aset riil di negeri itu. Di sisi lain, keberhasilan skema ini akan sangat bergantung pada penerimaan pasar, kesiapan mitra, serta kelancaran proses penyelesaian transaksi di dua mata uang yang berbeda.
Source link

