Pengalaman Belajar Akting Mikha Tambayong: Dari Tidak Menikmati ke Jatuh Cinta
JAKARTA — Perjalanan Mikha Tambayong di dunia akting tidak berlangsung mulus sejak awal. Di balik kiprahnya sebagai aktris, ia mengaku sempat tidak sepenuhnya menikmati proses belajar seni peran. Namun, pengalaman panjang bersama sejumlah nama besar di industri film justru mengubah pandangannya secara perlahan, hingga akhirnya ia merasa benar-benar jatuh cinta pada akting.
Belajar dari Banyak Nama Besar
Selama menekuni dunia seni peran, Mikha mendapat banyak pelajaran dari para sineas dan insan film, di antaranya Benni Setiawan, Tissa Biani, Ibrahim Risyad, Dewi Gita, Tike Priatnakusumah, Yeyen Lidya, hingga aktris senior Cut Mini. Setiap pertemuan dan proses kerja itu memberi ruang bagi Mikha untuk memahami akting dari sudut pandang yang lebih luas, bukan hanya sebagai pekerjaan di depan kamera.
Ia menyebut proses belajar yang dijalani dari tahun ke tahun membuatnya semakin paham bahwa akting bukan sekadar soal dialog atau ekspresi, melainkan juga kedisiplinan, kepekaan, dan kesiapan untuk terus berkembang. Dari situ, hubungan Mikha dengan dunia seni peran berubah: yang semula terasa sebagai proses panjang dan menuntut, kini menjadi sesuatu yang ia jalani dengan rasa cinta.
Proses yang Mengubah Cara Pandang
Mikha menggambarkan bahwa pembelajaran yang ia lalui selama ini membentuk ikatan emosional yang kuat dengan akting. Pengalaman itu membuatnya lebih menghargai setiap proses, termasuk tantangan yang datang bersama peran-peran yang ia jalani. Bagi Mikha, justru dari perjuangan itulah muncul kedekatan yang semakin dalam dengan dunia yang kini ia sebut sebagai panggilan jiwa.
“Saat ini, aku merasakan cinta yang mendalam terhadap seni akting. Semua perjuangan dan pembelajaran selama ini membuat seni akting benar-benar menjadi panggilan jiwaku,” ungkap Mikha Tambayong.
Dari Proses ke Panggilan Jiwa
Pernyataan Mikha menunjukkan bahwa perjalanan seorang aktor tidak selalu dimulai dari rasa nyaman. Kadang, kecintaan justru tumbuh setelah melewati fase paling sulit. Dalam kasus Mikha, pengalaman belajar dari berbagai figur di industri film Indonesia menjadi fondasi yang membuatnya semakin matang, sekaligus menegaskan bahwa akting kini bukan lagi sekadar profesi, melainkan ruang yang ia pilih dengan kesadaran penuh.
Source link

