JAKARTA — Film terbaru KlikFilm Studios, Andaikan Kau Datang Kembali, mencuri perhatian penonton di Jakarta World Cinema (JWC) 2025. Di tengah deretan film festival yang biasanya menawarkan ragam pendekatan sinema, judul ini menonjol karena memadukan thriller, drama, dan fantasi dalam satu cerita yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga menyisakan ruang renung.
Perpaduan Genre yang Menarik Perhatian
Film garapan Dyan Sunu Prastowo itu dibintangi Faradina Mufti, Vino G. Bastian, dan Muhammad Adhiyat. Andaikan Kau Datang Kembali mengangkat kisah seorang bocah yang menjadi saksi pembunuhan sebelum kematiannya, lalu bertemu dengan seorang perempuan 25 tahun kemudian. Dari titik itulah alur bergerak, membuka lapisan cerita tentang kehilangan, nasib, dan pilihan hidup yang tak selalu bisa ditebak.
Keberadaan unsur fantasi membuat film ini tidak berhenti pada ketegangan semata. Justru, di balik premis yang gelap, ada dorongan emosional yang kuat. Penonton diajak mengikuti hubungan manusia dengan masa lalu, sekaligus melihat bagaimana satu keputusan kecil dapat memberi dampak besar pada hidup seseorang.
Catatan Dyan Sunu soal Cerita
Dyan Sunu menyebut film ini dirancang untuk menggambarkan keterikatan manusia dengan masa lalu. Menurut dia, cerita dalam film tersebut ingin menunjukkan bahwa jejak keputusan tidak pernah benar-benar hilang, melainkan terus memengaruhi arah hidup. Pendekatan itu membuat film ini terasa lebih luas daripada sekadar kisah misteri.
Para pemeran pun mengaku tertarik pada naskahnya. Faradina Mufti dan Muhammad Adhiyat menyebut karakter yang mereka mainkan memberi tantangan tersendiri. Di festival seperti JWC, hal semacam ini kerap menjadi daya tarik utama: bukan hanya cerita yang dipajang, tetapi juga cara para aktor menghidupkan konflik batin karakter masing-masing.
Menambah Warna JWC 2025
Kehadiran Andaikan Kau Datang Kembali ikut memberi warna pada gelaran Jakarta World Cinema 2025. Film ini disebut berpotensi menjadi salah satu yang paling berkesan di festival tersebut sebelum nantinya tersedia di KlikFilm setelah penayangan festival. Dengan kombinasi genre dan tema yang dekat dengan pengalaman manusia, film ini datang bukan hanya sebagai tontonan, melainkan juga sebagai ajakan untuk memikirkan ulang apa yang tersisa dari masa lalu.
Source link

