Kronologi kecelakaan yang melibatkan Nadya Almira kembali mencuat setelah tanggung jawab atas biaya perawatan korban Adnan dipaparkan secara terbuka. Selama kurang lebih satu bulan, Nadya disebut menanggung seluruh kebutuhan pengobatan Adnan yang saat itu berada dalam kondisi sangat kritis.
Biaya Perawatan Ditanggung Hingga Ratusan Juta
Di tengah keterbatasan ekonomi, Nadya Almira akhirnya meminta bantuan kepada pihak kepolisian agar persoalan itu bisa menemukan jalan keluar. Langkah tersebut diambil setelah beban biaya terus bertambah dan tak lagi sanggup ia tanggung sendiri.
Melalui pembahasan bersama, kemudian dibuat kesepakatan damai yang ditandatangani di hadapan polisi. Dalam kesepakatan itu, Nadya juga menyerahkan tambahan uang tunai sebesar Rp40 juta. Dengan begitu, total dana yang telah dikeluarkan untuk pengobatan korban disebut berada di kisaran Rp175 juta.
Kesepakatan Damai Dibuat di Hadapan Polisi
Nadya menyampaikan permintaan bantuannya secara terbuka, dengan penjelasan bahwa dirinya sudah tidak mampu menghadapi biaya yang kian membengkak. Ia menegaskan bahwa langkah itu bukan untuk menghindar, melainkan karena kondisi keuangan yang memang tidak memungkinkan untuk terus menutup seluruh pengeluaran medis.
Dalam penjelasannya, jumlah uang yang sudah diberikan disebut berada di rentang Rp175 juta hingga Rp180 juta, dan tidak melebihi Rp185 juta. Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan bahwa sejak awal, Nadya mengaku berupaya bertanggung jawab atas kejadian tersebut sampai titik yang masih bisa ia jangkau.
Transparansi Jadi Titik Penting
Nadya Almira juga menjelaskan kronologi kejadian dengan terbuka. Di tengah sorotan publik, ia menekankan bahwa keterbatasan ekonomi membuat dirinya harus mencari bantuan agar penyelesaian kasus tidak semakin berlarut. Dari rangkaian peristiwa itu, terlihat bahwa jalur damai akhirnya dipilih setelah perhitungan antara kemampuan finansial dan kebutuhan penanganan korban tak lagi seimbang.
Source link

