Gaji Aktor Korea Lee Jung Jae Tembus Rp152 Miliar
Honor para bintang drama Korea kembali menyita perhatian publik. Angkanya bukan lagi sekadar tinggi, melainkan sudah masuk kategori yang membuat anggaran produksi ikut bergeser. Dari Twelve hingga Squid Game, besaran bayaran sejumlah aktor papan atas Korea Selatan menunjukkan bagaimana industri K-Drama kini bergerak di level yang semakin mahal, sekaligus memunculkan pertanyaan soal batas kewajaran.
Bayaran Park Hyung Sik dan Ma Dong Seok Jadi Sorotan
Dalam drama Twelve, Park Hyung Sik dilaporkan menerima bayaran 400 juta won per episode. Lawan mainnya, Ma Dong Seok, disebut memperoleh 500 juta won per episode. Jika dikalikan delapan episode, total honor Park Hyung Sik mencapai 3,2 miliar won, sementara Ma Dong Seok menyentuh 4 miliar won.
Besarnya gaji dua pemeran utama itu terlihat semakin mencolok jika dibandingkan dengan total biaya produksi drama yang berada di kisaran 22–23 miliar won. Artinya, sekitar sepertiga anggaran produksi disebut hanya terserap untuk dua nama besar di jajaran pemain utama. Kondisi ini membuat perdebatan soal efisiensi produksi kembali mengemuka di kalangan industri hiburan Korea.
Rekor Bayaran Lee Jung Jae dan Kim Soo Hyun
Di tengah perbincangan soal honor fantastis aktor K-Drama, nama Lee Jung Jae kembali mencuri perhatian. Ia disebut sebagai aktor dengan bayaran tertinggi dalam sejarah drama Korea, dengan honor mencapai 1 juta dolar AS per episode untuk Squid Game Season 2. Jika dikonversi, jumlah itu setara sekitar Rp152 miliar untuk satu episode, menjadikannya salah satu angka paling mencolok dalam sejarah industri drama Korea.
Selain Lee Jung Jae, Kim Soo Hyun juga termasuk dalam daftar aktor Korea yang mencatat bayaran bernilai miliaran won per episode. Deretan angka tersebut menunjukkan bahwa popularitas, reputasi, dan daya tarik pasar seorang aktor kini bisa langsung diterjemahkan ke dalam kontrak bernilai sangat besar.
Tren Bayaran Tinggi Dinilai Tak Bisa Dibiarkan Berlarut
Meskipun angka-angka itu menegaskan kuatnya posisi para bintang besar di industri hiburan Korea, sejumlah kritikus mempertanyakan apakah tren honor tinggi ini bisa terus dipertahankan. Ketika porsi anggaran produksi terlalu berat di sisi pemain utama, ruang untuk kebutuhan lain seperti pengembangan cerita, produksi, hingga kualitas teknis bisa ikut tertekan.
Di titik ini, perbincangan soal gaji aktor K-Drama bukan hanya soal rekor dan popularitas. Yang ikut dipertaruhkan adalah keseimbangan kerja di balik layar, termasuk hubungan antara rumah produksi dan para pemain, agar industri hiburan Korea tetap bergerak tanpa kehilangan daya saingnya.
Source link

