Wednesday, June 17, 2026
HomeEkonomiProduksi di Grasberg Tetap Terhenti: Dampak Terhadap Pasar Tambang

Produksi di Grasberg Tetap Terhenti: Dampak Terhadap Pasar Tambang

Operasional tambang Grasberg di Papua Tengah masih terhenti setelah PT Freeport Indonesia (PTFI) menghadapi insiden kahar berupa longsor material basah yang menutup akses penambangan. Gangguan itu membuat produksi di salah satu tambang tembaga dan emas terbesar tersebut belum bisa kembali berjalan. Di saat yang sama, perusahaan juga baru menuntaskan proses evakuasi tujuh pekerja yang sempat terjebak dalam peristiwa itu.

Evakuasi selesai, penyelidikan berlanjut

President Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, perusahaan kini fokus pada investigasi dan evaluasi menyeluruh atas insiden tersebut. Hasil pemeriksaan itu nantinya akan disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurut Tony, proses evakuasi berlangsung selama 27 hari sebelum seluruh pekerja yang terdampak akhirnya berhasil dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

Dalam proses tersebut, lima rekan kerja ditemukan meninggal dunia. PTFI menyebut penanganan lanjutan masih terus dilakukan, termasuk penelusuran penyebab dan dampak insiden di area tambang. Hingga kini, penghentian operasional masih diberlakukan karena jalur penambangan belum sepenuhnya aman untuk diakses kembali.

Produksi belum kembali normal

Terhentinya produksi di Grasberg menjadi sorotan karena tambang ini memegang peran penting dalam rantai pasok tambang nasional. Namun, PTFI belum memberikan jadwal pasti kapan operasional bisa dimulai lagi. Perusahaan memilih mengutamakan keselamatan pekerja dan stabilitas area tambang sebelum memutuskan langkah berikutnya.

Di tengah situasi itu, perhatian publik juga sempat tersedot ke kabar lain dari dunia olahraga, ketika para pembalap MotoGP di Indonesia saling ejek akibat manuver berbahaya yang memanaskan tensi di lintasan. Namun bagi PTFI, fokus utama saat ini tetap pada pemulihan pascainsiden dan penyelesaian evaluasi teknis di Grasberg.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer