Pasar kripto kembali bergerak liar pada 12 Oktober 2025. Bitcoin mencatat rekor baru di level USD 126.000 atau sekitar Rp2,1 miliar per koin, sebelum kemudian terkoreksi tipis dan bertahan di kisaran USD 124.700. Lonjakan ini menegaskan satu hal: di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bitcoin masih diperlakukan banyak investor sebagai aset pelindung nilai, bukan sekadar instrumen spekulatif.
Bitcoin Sentuh Rekor, Lalu Mendingin
Dalam perdagangan terbaru, harga Bitcoin sempat menyentuh puncak USD 126.080. Capaian itu memperpanjang reli yang sudah berlangsung selama setahun terakhir, ketika nilainya hampir dua kali lipat dari posisi sebelumnya. Meski sempat bergerak turun dari level tertinggi, ketahanannya di area atas menunjukkan minat beli masih kuat.
Kenaikan Bitcoin juga ikut menyeret sejumlah aset kripto utama lain. Ethereum terpantau naik ke USD 4.600, sementara XRP berada di level USD 2,9. Pergerakan ini memperlihatkan bahwa sentimen positif tidak hanya berpusat pada Bitcoin, tetapi juga merembet ke altcoin besar setelah periode konsolidasi yang cukup panjang.
Dana Institusi dan Dolar AS Jadi Pendorong
Penguatan harga Bitcoin kali ini ditopang oleh masuknya dana institusional yang semakin deras. Sejumlah ETF Bitcoin yang dikelola perusahaan besar seperti BlackRock dan Fidelity dilaporkan mencatat arus masuk miliaran dolar dalam beberapa pekan terakhir. Di saat yang sama, pelemahan dolar AS membuat investor mencari alternatif penyimpanan nilai yang dinilai lebih tahan terhadap gejolak.
Faktor lain yang ikut membentuk sentimen adalah menipisnya cadangan Bitcoin di bursa global. Data menunjukkan stok Bitcoin di bursa berada pada level terendah dalam enam tahun terakhir. Kondisi ini menandakan semakin banyak pemegang aset memilih memindahkan Bitcoin ke dompet pribadi untuk disimpan jangka panjang, alih-alih memperjualbelikannya dalam waktu dekat.
Minat Jangka Panjang Masih Kuat
Gabungan arus dana baru, pasokan di bursa yang makin tipis, dan ekspektasi terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai membuat pasar kripto tetap berada dalam fase optimistis. Namun, pergerakan yang cepat dan tajam juga menunjukkan bahwa ruang koreksi tetap terbuka, terutama setelah reli yang sudah begitu panjang.
Source link

