Jakarta — Stablecoin yang semula identik dengan transaksi cepat di kalangan pedagang kripto kini bergerak ke panggung yang lebih luas. Sejumlah perusahaan besar dan lembaga keuangan global mulai melirik instrumen ini sebagai alat pembayaran baru, di tengah dorongan regulasi yang kian jelas di Amerika Serikat.
Dari alat transaksi kripto ke pembayaran arus utama
Stablecoin awalnya dipakai untuk memindahkan dana antarplatform kripto tanpa harus lewat jalur perbankan tradisional. Namun, fungsinya kini meluas. Perusahaan seperti Meta dan Amazon disebut tertarik menerbitkan stablecoin mereka sendiri, sementara bank-bank besar, termasuk Bank of America, juga ikut menimbang langkah serupa.
Minat itu muncul ketika stablecoin dinilai menawarkan keunggulan yang sulit diabaikan: transaksi berlangsung cepat dan biayanya relatif rendah. Bagi pendukungnya, karakter itu membuat stablecoin cocok untuk pembayaran lintas negara, terutama saat efisiensi menjadi kebutuhan utama dalam perdagangan digital.
Regulasi mulai dibentuk di Amerika Serikat
Perkembangan stablecoin juga mendapat dorongan dari sisi hukum. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Juli telah menandatangani Undang-Undang GENIUS, yang mengatur penerbitan dan perdagangan stablecoin. Kehadiran aturan ini dinilai memberi kepastian yang selama ini dinanti pelaku pasar dan perusahaan yang ingin masuk lebih jauh ke ekosistem aset digital.
Di sisi lain, minat institusi keuangan besar menunjukkan bahwa stablecoin tidak lagi dipandang semata sebagai instrumen spekulatif. Perannya mulai bergeser menjadi bagian dari infrastruktur pembayaran yang lebih luas, meski tetap menyisakan pertanyaan tentang dampaknya bagi sistem keuangan tradisional.
Ancaman bagi simpanan bank di pasar berkembang
Analis di bank Inggris Standard Chartered bahkan memperkirakan stablecoin berpotensi menarik simpanan hingga USD 1 triliun atau sekitar Rp 16.608 triliun dari bank-bank di pasar negara berkembang dalam tiga tahun ke depan. Proyeksi itu menggambarkan besarnya daya tarik stablecoin jika penggunaannya terus meluas dan semakin diterima dalam transaksi sehari-hari.
Meski prospeknya besar, keputusan untuk berinvestasi dalam kripto tetap berada di tangan pembaca. Setiap langkah membeli atau menjual aset digital mengandung risiko, sehingga riset dan analisis tetap menjadi bagian penting sebelum mengambil keputusan. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil oleh pembaca. Source link

