Prediksi Fase Baru Bitcoin hingga 2027: Pasar Masih Jauh dari Bearish, Kata Analis
Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah mencetak rekor harga baru pada Maret 2024, sebelum peristiwa halving yang terjadi pada 20 April 2024. Kala itu, harga aset kripto terbesar di dunia sempat menyentuh USD 73.835. Setelah halving memangkas reward blok dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC, pergerakan harga Bitcoin justru melaju lebih agresif dan menembus puncak baru di USD 126.198 pada 6 Oktober 2025.
Meski demikian, euforia pasar tidak berlangsung mulus. Dalam beberapa waktu terakhir, Bitcoin terkoreksi cukup tajam dan diperdagangkan di sekitar USD 111.830, atau melemah sekitar 11,5 persen dari rekor tertingginya. Koreksi ini memunculkan kembali pertanyaan lama: apakah Bitcoin tengah memasuki fase bearish baru?
Koreksi Tajam, tapi Belum Cukup untuk Disebut Bearish
Sejumlah analis menilai penurunan harga saat ini belum cukup untuk mengubah arah besar pasar. Dalam pandangan mereka, pasar baru bisa disebut benar-benar bearish jika Bitcoin turun lebih dari 20 persen dari level tertinggi dan bertahan di bawah titik itu dalam waktu yang lama. Dengan kata lain, pelemahan yang terjadi sejauh ini masih dipandang sebagai bagian dari volatilitas normal yang kerap menyertai pergerakan Bitcoin.
Sentimen ini penting karena Bitcoin selama beberapa tahun terakhir menunjukkan pola yang kerap berulang setelah halving: harga cenderung bergerak dinamis, lalu menguat dalam fase tertentu sebelum menghadapi koreksi. Karena itu, penurunan yang terjadi saat ini belum otomatis dibaca sebagai akhir dari tren naik yang lebih besar.
Halving Masih Jadi Titik Kunci Siklus Bitcoin
Halving pada 20 April 2024 kembali menegaskan peran peristiwa tersebut sebagai salah satu pemicu utama dalam siklus Bitcoin. Pemangkasan imbalan penambangan membuat suplai baru Bitcoin berkurang, dan dalam banyak periode sebelumnya, kondisi itu kerap diikuti kenaikan harga yang signifikan. Lonjakan dari USD 73.835 ke USD 126.198 memperlihatkan bagaimana pasar masih sangat responsif terhadap perubahan struktur pasokan itu.
Namun, pergerakan setelah reli besar juga memperlihatkan sisi lain Bitcoin: koreksi cepat dan dalam tetap menjadi risiko yang melekat. Bagi pelaku pasar, situasi ini menuntut pembacaan yang lebih hati-hati, terutama ketika harga masih bergerak di atas level psikologis penting meski sedang terkoreksi.
Menanti Arah Baru Hingga 2027
Dengan harga yang masih berada jauh di atas level sebelum halving, fokus pasar kini bergeser pada apakah Bitcoin mampu mempertahankan struktur kenaikannya hingga 2027. Selama penurunan belum melewati ambang yang dianggap sebagai bearish sesungguhnya, sebagian analis masih melihat ruang bagi fase lanjutan dalam siklus berikutnya. Dalam pasar yang dikenal ekstrem seperti Bitcoin, batas antara koreksi sehat dan pembalikan tren memang kerap ditentukan oleh seberapa dalam dan lama tekanan jual bertahan.
Untuk saat ini, satu hal masih jelas: meski harga sedang terkoreksi, narasi besar Bitcoin belum sepenuhnya berubah. Pasar masih bergerak dalam bayang-bayang halving, rekor harga baru, dan pertanyaan yang sama—apakah ini hanya jeda sebelum fase berikutnya, atau awal dari perubahan arah yang lebih panjang.
Source link

