Cara Mengurangi Kerusakan Mesin Mobil Akibat Jarang Digunakan
Mobil kerap dianggap identik dengan mobilitas, tetapi sebuah studi justru menunjukkan kenyataan yang berlawanan: sebagian besar waktu kendaraan pribadi habis di tempat parkir. Temuan ini bukan hanya soal efisiensi penggunaan ruang kota, melainkan juga menyangkut kondisi mobil itu sendiri, termasuk risiko kerusakan saat terlalu lama menganggur.
Mobil Lebih Sering Diam daripada Melaju
Paul Barter, konsultan transportasi, menyebut rata-rata mobil diparkir sekitar 95 persen dari total waktunya. Artinya, dalam sehari mobil hanya berada di jalan sekitar 1-2 jam. Sisanya, kendaraan lebih banyak diam di garasi rumah, lahan parkir, atau tepi jalan.
Untuk memperkuat klaim itu, Barter menggunakan tiga pendekatan: data jumlah perjalanan dan durasinya, hasil survei tentang kebiasaan mengemudi, serta ekstrapolasi dari laporan mengenai jarak tempuh dan kecepatan kendaraan. Dari rangkaian data tersebut, ia menyimpulkan bahwa mobil rata-rata hanya benar-benar dimanfaatkan sekitar 5 persen dari total waktunya sebagai alat transportasi.
Biaya Tidak Berhenti di Harga Beli
Barter menilai persoalan mobil yang jarang dipakai tidak berhenti pada pemborosan ruang. Pemilik mobil tetap menanggung biaya lain yang terus berjalan, mulai dari perawatan, pajak, hingga depresiasi atau penyusutan nilai jual. Karena itu, memiliki mobil kerap menjadi beban yang tidak sebanding dengan intensitas pemakaian.
Dalam pandangannya, model berbagi kendaraan seperti Zipcar di Amerika Serikat atau layanan transportasi online bisa menjadi alternatif yang lebih masuk akal, terutama di tengah perkembangan kendaraan otonom yang kelak dapat dipanggil sesuai kebutuhan.
Risiko saat Mobil Terlalu Lama Menganggur
Mobil yang jarang digunakan juga lebih rentan mengalami kerusakan saat dibiarkan terparkir terlalu lama. Korosi pada bodi maupun komponen mesin dapat muncul lebih cepat ketika kendaraan tidak dipakai secara rutin. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa membuat biaya perawatan justru membengkak meski mobil jarang keluar dari parkiran.
Di banyak kota, persoalan ini ikut memperburuk penggunaan lahan. Ruang yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain justru tersita untuk parkir kendaraan yang lebih sering diam. Pada saat yang sama, jumlah mobil terus bertambah, meski tingkat penggunaannya tidak seimbang. Situasi ini mempertegas bahwa kepemilikan mobil, bagi banyak orang, bukan semata soal kebutuhan, melainkan juga soal biaya, ruang, dan efisiensi yang kerap tak diperhitungkan sejak awal.
Source link

