Tuesday, June 16, 2026
HomeEkonomiInflasi Australia Melonjak di Kuartal III-2025, Bank Sentral Ingatkan!

Inflasi Australia Melonjak di Kuartal III-2025, Bank Sentral Ingatkan!

Sydney, 29 Oktober 2025 — Tekanan harga di Australia kembali menguat pada kuartal III-2025. Biro Statistik Australia, Rabu (29/10/2025), melaporkan inflasi melonjak 3,2 persen, level tertinggi dalam lebih dari setahun dan lebih tinggi dari perkiraan pasar yang berada di kisaran 3 persen. Kenaikan ini menambah beban bagi Reserve Bank of Australia (RBA) yang selama ini berupaya menjaga inflasi tetap berada dalam target 2 hingga 3 persen.

Inflasi inti ikut naik

Selain inflasi utama, inflasi inti secara tahunan juga bergerak naik dari 2,7 persen menjadi 3,0 persen. Lonjakan harga paling terasa datang dari sektor perumahan, pariwisata, dan transportasi. Rangkaian kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan biaya hidup belum mereda, meski sejumlah indikator sebelumnya sempat memberi harapan adanya perlambatan.

Data terbaru ini sekaligus menjadi sinyal bahwa dorongan harga tidak hanya berasal dari satu sektor. Perumahan dan jasa pasar masih menjadi penopang utama kenaikan inflasi, membuat ruang bagi bank sentral untuk bernapas semakin sempit.

RBA di bawah sorotan

RBA kini kembali berada di bawah sorotan setelah inflasi melampaui targetnya untuk pertama kali sejak kuartal II-2024. Bank sentral telah lebih dulu memberi peringatan dalam Pernyataan Kebijakan Moneter September 2025 bahwa inflasi berpotensi meningkat pada kuartal ini. Dalam pernyataannya, RBA menyoroti harga perumahan dan jasa pasar yang tetap tinggi sebagai faktor yang mendorong tekanan inflasi.

Situasi tersebut membuat keputusan RBA mempertahankan suku bunga acuannya kembali dibaca pasar sebagai langkah yang semakin sulit. Di sisi lain, data inflasi yang lebih panas dari perkiraan memunculkan pertanyaan baru soal seberapa lama kebijakan ketat perlu dipertahankan.

Pasar bereaksi negatif

Respons pasar datang cepat setelah data diumumkan. Indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, tergelincir 0,76 persen. Sementara itu, dolar Australia menguat 0,21 persen menjadi 0,6596 per dolar AS setelah rilis data tersebut.

Di saat yang sama, pemerintah juga ikut menyoroti tekanan harga yang naik di berbagai daerah. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah yang inflasinya berada di atas rata-rata nasional untuk segera mengendalikan harga komoditas. Langkah itu menegaskan bahwa lonjakan inflasi bukan hanya menjadi perhatian bank sentral, tetapi juga sudah masuk ke ranah kebijakan yang lebih luas.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer