Pada sesi pertama perdagangan Jumat, 31 Oktober 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan ke zona merah. IHSG melemah sebesar 0,13 persen atau turun 10,35 persen menjadi 8.173. Pergerakan IHSG selama sesi pertama diperdagangkan dalam kisaran antara 8.144 hingga 8.216 dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,05 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 1,11 juta.
Sektor kesehatan menjadi sektor yang mengalami koreksi terbesar dengan penurunan sebesar 1,30 persen, diikuti oleh sektor industri yang turun 1,15 persen dan sektor bahan baku (basic materials) yang melemah 0,97 persen. Meskipun demikian, beberapa sektor masih mengalami kenaikan, termasuk sektor infrastruktur yang naik 0,57 persen, sektor siklikal yang menguat 0,16 persen, dan sektor properti yang meningkat 0,07 persen.
Analis Phintraco Sekuritas melihat bahwa secara teknikal histogram MACD bergerak mendatar dan indikator momentum lainnya menunjukkan kondisi konsolidatif. Diperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.150–8.200 pada sesi kedua perdagangan. Adapun tiga emiten saham yang berhasil masuk dalam daftar top gainers, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang mengalami kenaikan 2,05 persen, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang melonjak 1,66 persen, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 0,88 persen.







