JAKARTA — Kunjungan kenegaraan Raja Yordania Abdullah II ke Indonesia pada Jumat sore ini tidak sekadar agenda diplomasi biasa. Di balik pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto, lawatan itu membawa kembali jejak panjang hubungan personal dua pemimpin yang telah saling mengenal sejak masih sama-sama berkarier di dunia militer.
Persahabatan lama yang kembali berada di panggung negara
Raja Abdullah II dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo dan perwakilan Danantara Indonesia, sebelum penandatanganan nota kesepahaman bilateral. Kunjungan ini menjadi bagian dari tur Raja Yordania ke sejumlah negara Asia, termasuk Jepang, Vietnam, Singapura, dan Pakistan.
Namun, perhatian publik tak hanya tertuju pada agenda resmi. Hubungan Prabowo dan Abdullah II kerap disebut sebagai salah satu contoh diplomasi yang bertumpu pada kedekatan personal, selain kepentingan negara. Keduanya dikenal bersahabat sejak muda dan sama-sama pernah menempuh pendidikan di sekolah ranger Angkatan Darat Amerika Serikat, Fort Benning.
Jejak pertemuan yang berawal dari dunia militer
Pertemuan pertama mereka terjadi pada Desember 1995, saat pelantikan Prabowo sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus. Kala itu, Abdullah II belum menjadi raja, tetapi sudah dikenal sebagai sosok militer yang menempati posisi penting di Yordania.
Keduanya kemudian sama-sama memimpin pasukan khusus di negara masing-masing. Prabowo menjabat Danjen Kopassus, sementara Abdullah II memimpin Pasukan Khusus Yordania. Jalur yang mereka tempuh serupa: disiplin militer, jejaring internasional, dan hubungan yang terjaga meski sempat dipisahkan jarak dan situasi politik.
Hubungan yang tetap terjaga di tengah perubahan politik
Prabowo pernah mengasingkan diri ke Yordania pada 1998, tetapi hubungan dengan Abdullah II tidak terputus. Mereka kembali bertemu pada 2014 ketika Raja Yordania melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Sejak itu, relasi keduanya tetap disebut hangat, bahkan ketika masing-masing telah menduduki posisi tertinggi di negaranya.
Abdullah II menjadi Raja Yordania sejak 1999. Sementara itu, Prabowo dilantik sebagai Presiden RI pada Oktober 2024. Kini, pertemuan keduanya di Jakarta dipandang sebagai kelanjutan hubungan yang telah dibangun jauh sebelum keduanya memimpin negara. Di tengah agenda penandatanganan kerja sama bilateral, lawatan ini sekaligus menegaskan bahwa diplomasi kerap bergerak lebih cepat ketika hubungan antar-pemimpin sudah lebih dulu terjalin kuat.
Source link

