Pada saat ini, CEO Tether, Paolo Ardoino, memberi label kondisi pasar kripto sebagai “Bitcoin Black Friday”. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan fluktuasi harga yang tinggi, lonjakan volume perdagangan, dan peluang beli yang muncul di tengah ketidakpastian pasar. Ardoino menyoroti peningkatan aktivitas perdagangan Bitcoin yang signifikan baru-baru ini.
Menurut data dari coinmarketcap, situasi saat ini mencerminkan momen diskon besar-besaran seperti pada Black Friday di dunia ritel, di mana para pelaku pasar sering memanfaatkan harga rendah untuk masuk ke dalam pasar. Ardoino, mantan CTO Tether yang sekarang menjabat sebagai CEO, menekankan bahwa komentarnya ini bukan rekomendasi finansial, namun lebih sebagai penilaian terhadap tren aktivitas pasar yang menawarkan potensi peluang bagi trader institusi maupun ritel. Volatilitas harga dan volume Bitcoin menjadi fokusnya.
Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi harus dipertimbangkan dengan baik oleh pembaca. Sebelum membeli atau menjual kripto, penting untuk belajar dan menganalisis situasi pasar dengan baik. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin terjadi akibat keputusan investasi.







