Pemerintah Indonesia telah memastikan langkah besar dalam kerja sama energi dengan Amerika Serikat (AS) khususnya dalam upaya impor minyak. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana impor minyak dari AS akan segera dimulai pada bulan Desember 2025. Sebelumnya, impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) sudah terealisasi. Meskipun demikian, skema impor minyak dari AS masih harus dijabarkan lebih lanjut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyatakan bahwa Indonesia akan membeli 15 juta barel minyak setara (BOE) dari AS tanpa lelang, dengan nilai transaksi sekitar US$15,5 miliar atau sekitar Rp257,3 triliun. Dalam perjanjian tarif dengan AS, skema pembelian tanpa lelang ini akan diatur melalui Peraturan Pemerintah (PP). Langkah impor migas dalam skala besar ini diharapkan dapat membawa kerja sama energi Indonesia-AS ke babak baru yang juga berdampak pada kebijakan suplai energi nasional. Selain itu, pengacara dalam perkara tata kelola minyak mentah juga menyoroti bahwa dakwaan terhadap kliennya masih belum terbukti selama proses persidangan berlangsung. Itulah update terkini tentang kerja sama energi antara Indonesia dan AS serta perkembangan terbaru dalam perkara tata kelola minyak mentah.






