Pada Jumat (21/11/2025), warga yang mengungsi dari rumah mereka di Dhaka, Bangladesh, berdiri di sebuah gang setelah scaffolding di sekitarnya roboh akibat gempa bumi. Korban gempa 5,7 magnitudo yang terjadi tersebut terus bertambah, dengan laporan resmi mencatat bahwa jumlah korban jiwa telah mencapai sembilan orang dan korban luka-luka mencapai 300 orang. Selain itu, sebanyak 14 bangunan dilaporkan rusak akibat gempa, menyebabkan kepala pemerintahan interim Bangladesh, Muhammad Yunus, menyatakan duka cita atas kejadian tragis tersebut. Yunus menyampaikan kejutannya dan mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam menangani dampak gempa.
Menurut Yunus, korban luka termasuk sejumlah mahasiswa dan pekerja pabrik, dengan wilayah terdampak utama meliputi Dhaka, Gazipur, dan Narsingdi. Getaran gempa bahkan terasa hingga wilayah India bagian timur yang berbatasan dengan Bangladesh. Dengan kondisi semakin memprihatinkan, bantuan dan perhatian dari berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban yang dirasakan oleh korban gempa di Bangladesh.







