Thursday, January 22, 2026
HomeEkonomiProyeksi Kenaikan Penjualan Ritel 5,9% Jelang Nataru: Tanda Ekonomi Membaik?

Proyeksi Kenaikan Penjualan Ritel 5,9% Jelang Nataru: Tanda Ekonomi Membaik?

Menjelang akhir tahun, konsumsi masyarakat mulai meningkat di berbagai kota besar, dibuktikan dengan pusat perbelanjaan yang ramai, permintaan kebutuhan rumah tangga yang meningkat, dan transaksi ritel yang kembali kuat. Hal ini menunjukkan bahwa dorongan musiman Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih menjadi faktor penting dalam aktivitas ekonomi nasional. Survei Penjualan Eceran yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tren positif dalam kinerja ritel selama dua bulan terakhir. Pada Oktober 2025, Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 4,3 persen secara tahunan, meningkat dari bulan sebelumnya. Pada bulan November 2025, diperkirakan pertumbuhan IPR meningkat menjadi 5,9 persen secara tahunan.

Peningkatan ini didorong oleh permintaan yang membaik pada mayoritas kelompok barang. Berbagai kelompok seperti Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, barang budaya, rekreasi, suku cadang, aksesori, makanan, minuman, dan tembakau menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Secara bulanan, penjualan ritel pada bulan November diperkirakan naik 1,1 persen, meningkat dari bulan sebelumnya. Penjualan ritel juga mengalami pertumbuhan di beberapa kota seperti Surabaya, Semarang, Denpasar, Bandung, Medan, dan Manado.

Namun, tekanan harga diperkirakan akan meningkat pada awal tahun mendatang, terutama karena inflasi musiman yang biasanya muncul menjelang Ramadan. Meskipun demikian, tekanan harga diharapkan akan mereda menjelang April 2026 seiring dengan normalisasi permintaan pasca Idulfitri. Pelaku ritel memperkirakan penjualan akan turun pada bulan Januari dan April 2026 setelah berlalunya puncak permintaan akhir tahun, namun proyeksi Januari tetap lebih tinggi dari rata-rata tiga tahun terakhir karena adanya persiapan Ramadan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer