Sebuah cerita dramatis terjadi di Aceh Tamiang ketika banjir melanda daerah tersebut. Seorang hakim di Pengadilan Negeri (PN) Kuala Simpang, Qisthi, terjebak selama tiga hari dan dua malam di kantor karena air bah yang tiba-tiba naik sampai satu lantai. Rumah dinas dan kantor pengadilan tempatnya bertugas selalu aman dari banjir, namun kejadian ini benar-benar mengejutkan. Pada jam 05.00 WIB saat subuh, Qisthi mendapat telepon dari seorang teman yang memberitahunya tentang situasi memprihatinkan di kantor PN tersebut. Dengan segala ketidakpastian dan keterbatasan yang dihadapinya, Qisthi akhirnya dapat memberikan kesaksian tentang pengalamannya selama banjir melanda daerah Aceh Tamiang.







