JAKARTA — Di tengah lesunya pasar kerja korporat dan maraknya pemutusan hubungan kerja di perusahaan besar, Generasi Z di Amerika Serikat mulai melirik jalur karier yang dulu kerap dipandang sebelah mata: bekerja untuk keluarga superkaya. Dari nanny, sopir, house manager, hingga chef pribadi, profesi di sektor private staffing kini justru menjadi incaran karena menawarkan gaji tinggi sekaligus akses ke lingkungan kerja yang tak biasa.
Ketika kantor tak lagi jadi tujuan utama
Perubahan ini mencerminkan pergeseran besar dalam cara anak muda memandang pekerjaan. Jika selama ini karier kantoran dianggap sebagai pilihan aman, Gen Z melihatnya makin rentan terhadap ketidakpastian. Di sisi lain, jumlah miliarder global yang terus bertambah ikut membuka pasar baru bagi tenaga profesional yang bersedia bekerja langsung di rumah-rumah mewah milik kalangan elite.
Alih-alih mengejar meja kerja di gedung perkantoran, sebagian anak muda justru memilih pekerjaan yang dekat dengan gaya hidup para miliarder. Bagi mereka, selain penghasilan yang menggiurkan, pekerjaan ini juga menawarkan pengalaman eksklusif dan ritme kerja yang berbeda dari dunia korporat.
Gaji besar, fasilitas lengkap, tapi tuntutan tinggi
Salah satu contoh datang dari Cassidy O’Hagan, yang meninggalkan pekerjaannya di bidang penjualan kesehatan untuk menjadi nanny. Keputusan itu membawanya ke vila pribadi di Maladewa, dengan bayaran enam digit per tahun. Selain gaji besar, ia juga memperoleh tunjangan kesehatan, cuti berbayar, dan sejumlah fasilitas tambahan lain yang sulit ditemui di banyak pekerjaan konvensional.
Namun, di balik kesan glamor itu, pekerjaan di sektor private staffing menuntut kesiapan penuh. Jam kerja tidak selalu dibatasi jadwal standar, dan para pekerja harus siaga kapan pun dibutuhkan. Artinya, bayaran tinggi datang bersama beban tanggung jawab yang tidak ringan.
Pasar yang tumbuh dari rumah-rumah orang superkaya
Kondisi ini menunjukkan bahwa ketika perusahaan besar melakukan efisiensi, rumah tangga para miliarder justru memperluas kebutuhan tenaga kerja profesional. Permintaan terhadap pekerja rumah tangga kelas atas terus naik, dan Gen Z membaca peluang itu sebagai jalan karier yang bukan hanya menjanjikan secara finansial, tetapi juga memberi pengalaman yang sulit ditawarkan sektor lain.
Di tengah ketidakpastian kerja kantoran, profesi yang dulu dianggap pelengkap kini berubah menjadi pilihan utama bagi sebagian anak muda. Bagi mereka, rumah para miliarder bukan sekadar tempat kerja, melainkan pintu masuk ke pasar tenaga kerja baru yang terus tumbuh.
Source link

