Di penghujung tahun 2025, hadirnya smartphone baru yang menawarkan tingkat privasi yang tinggi menjadi sorotan. Smartphone tersebut bukan berasal dari iOS atau Android, melainkan dari Linux. Jolla Phone, perangkat yang baru saja dirilis oleh perusahaan teknologi asal Finlandia, menawarkan konsep kebebasan digital dengan tidak adanya modul analitik tersembunyi dan pengiriman data diam-diam. Dilengkapi dengan tombol privasi fisik untuk mematikan kamera dan mikrofon secara instan, perangkat ini menjanjikan keamanan privasi yang lebih baik bagi penggunanya.
Sailfish OS 5, sistem operasi berbasis Linux yang digunakan oleh Jolla Phone, diklaim sebagai salah satu dari sedikit sistem operasi seluler alternatif selain Android dan iOS. Kelebihan utama dari OS ini adalah tidak adanya pelacakan data tersembunyi dan integrasi layanan Google secara default, menjadikan privasi pengguna sebagai prioritas utama. Meski demikian, melalui kompatibilitas dengan komponen bernama AppSupport, Jolla Phone masih dapat menjalankan banyak aplikasi Android, memberikan akses yang lebih luas bagi pengguna namun tetap menjaga keamanan privasi.
Dengan fokus utama pada privasi, Jolla Phone dilengkapi dengan tombol fisik khusus (privacy switch), yang memungkinkan pengguna untuk mematikan fungsi kamera, mikrofon, Bluetooth, atau sensor lainnya secara instan. Selain itu, sistem operasi Sailfish OS ini didesain tanpa pelacakan latar belakang atau pengumpulan data pengguna secara default, memastikan tingkat privasi yang tinggi bagi penggunanya. Meskipun bukan smartphone flagship dengan spesifikasi kelas atas, Jolla Phone menawarkan konfigurasi yang kompetitif untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk layar AMOLED 6,36 inci Full HD+, RAM 12GB, dan penyimpanan internal 256GB yang dapat diperluas hingga 2TB via microSD.
Dengan baterai removable berkapasitas 5.500mAh, Jolla Phone menawarkan alternatif smartphone yang tidak hanya aman secara privasi, tetapi juga memiliki performa yang memadai untuk kebutuhan pengguna harian.







